Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (Foto: Shutterstock)
Dream - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menolak pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Abbas mengkritik sikap Trump menunjukkan AS bukan lagi pendukung perdamaian.
"Ini merupakan saat bersejarah dan kita harus bertindak," kata Abbas kepada laman Haaretz, Kamis, 7 Desember 2017. "AS tidak dapat lagi berfungsi sebagai sponsor diplomatik dan mediator [perdamaian]."
Abbas menyatakan langkah Trump justru menjauhkan citra AS sebagai pendukung perdamaian antara Israel dan Palestina. Dia pun menyebut klaim Trump malah merongrong upaya solusi dua negara yang selama ini ditawarkan.
Senada dengan Abbas, Kepala Perundingan Damai Palestina, Saeb Erekat, mengatakan solusi dua negara yang selama ini ditawarkan telah usai pasca-dukungan Trump.
"Sekarang waktunya untuk mengubah perjuangan menjadi satu-satu negara dengan hak yang sama bagi semua orang yang tinggal di wilayah bersejarah Palestina dari sungai hingga lautnya," ucap Saeb.
Abbas juga mengatakan dukungan Trump melanggar hukum internasional dan mendorong pendudukan dan pembangunan permukiman Israel. Abbas pun berencana menggelar pertemuan dengan seluruh faksi Palestina untuk menentukan langkah selanjutnya.
Secara tegas, Abbas mengatakan keputusan Trump tidak akan mengubah posisi Palestina di Yerusalem dan status kota tersebut tetap sebagai Ibukota Palestina.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?