CONNECT WITH US!

AS Akui Yerusalem Ibukota Israel, Palestina: Harus Bertindak!

Reporter : Maulana Kautsar | Kamis, 7 Desember 2017 10:35
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (Foto: Shutterstock)
Trump melanggar hukum internasional.

Dream - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menolak pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Abbas mengkritik sikap Trump menunjukkan AS bukan lagi pendukung perdamaian.

" Ini merupakan saat bersejarah dan kita harus bertindak," kata Abbas kepada laman Haaretz, Kamis, 7 Desember 2017. " AS tidak dapat lagi berfungsi sebagai sponsor diplomatik dan mediator [perdamaian]."  

Abbas menyatakan langkah Trump justru menjauhkan citra AS sebagai pendukung perdamaian antara Israel dan Palestina. Dia pun menyebut klaim Trump malah merongrong upaya solusi dua negara yang selama ini ditawarkan.

Senada dengan Abbas, Kepala Perundingan Damai Palestina, Saeb Erekat, mengatakan solusi dua negara yang selama ini ditawarkan telah usai pasca-dukungan Trump.

" Sekarang waktunya untuk mengubah perjuangan menjadi satu-satu negara dengan hak yang sama bagi semua orang yang tinggal di wilayah bersejarah Palestina dari sungai hingga lautnya," ucap Saeb.

Abbas juga mengatakan dukungan Trump melanggar hukum internasional dan mendorong pendudukan dan pembangunan permukiman Israel. Abbas pun berencana menggelar pertemuan dengan seluruh faksi Palestina untuk menentukan langkah selanjutnya.

Secara tegas, Abbas mengatakan keputusan Trump tidak akan mengubah posisi Palestina di Yerusalem dan status kota tersebut tetap sebagai Ibukota Palestina.

7 Restoran Halal di Korea Selatan