7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Shutterstock)
Dream - Rusia mengklaim sebagai negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin virus corona penyebab Covid-19 pada Selasa, 11 Agustus 2020.
Klaim itu diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin yang mengatakan vaksin virus corona aman untuk digunakan pada manusia.
Putin bahkan mengatakan dia sendiri yang menyuntikkan vaksin tersebut kepada salah satu putrinya yang sudah dewasa.
Dilansir dari Fox News, Rabu, 12 Agustus 2020, Putin menyebut vaksin tersebut terbukti efisien selama pengujian.
Presiden berusia 57 tahun itu menambahkan bahwa vaksin menawarkan kekebalan yang tahan lama terhadap virus corona.
" Ini terbukti efisien dan membentuk kekebalan yang stabil, dan saya ingin mengulangi bahwa ini telah lulus semua tes yang diperlukan," katanya.
Putin kemudian mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah membuat langkah pertama yang sangat penting itu bagi Rusia dan seluruh dunia.
Tidak hanya itu, Putin juga mengatakan bahwa salah satu dari dua putrinya telah menerima suntikan vaksin dan merasa sehat.
Dalam pengujian vaksin Covid-19 tersebut, putrinya mendapat dua kali suntikan. Putin kemudian menjelaskan reaksi yang dialami putrinya.
Setelah mendapat suntikan pertama, suhu tubuh putrinya naik menjadi 38 derajat Celcius. Keesokan harinya, suhu tubuhnya turun menjadi 37 derajat Celcius.
Pada suntikan kedua, suhu tubuh putri Putin mengalami peningkatan sebelum akhirnya turun dan kembali menjadi normal.
" Dia merasa sehat dan memiliki jumlah antibodi yang tinggi," kata Putin tanpa menjelaskan siapa di antara dua putrinya, Maria atau Katerina, yang menerima vaksin Covid-19.
Otoritas Rusia mengatakan bahwa pekerja medis, guru, dan kelompok risiko lainnya akan menjadi warga pertama yang mendapat vaksinasi Covid-19.
Kementerian Kesehatan Rusia mengklaim bahwa vaksin corona buatan negara itu akan memberikan kekebalan terhadap Covid-19 selama dua tahun.
Pejabat Rusia mengatakan bahwa produksi vaksin dalam skala besar akan dimulai pada bulan September. Sementara vaksinasi massal dimulai paling cepat pada bulan Oktober.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?