Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Musibah yang menimpa pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura mencuri perhatian hampir seluruh dunia. Pemberitaan mengenai pencarian korban dan badan pesawat tersebut mewarnai seluruh media Tanah Air.
Perwakilan dari Himpunan Psikolog Indonesia, Margaretha mengatakan media harus lebih meningkatkan empatinya terhadap musibah ini.
" Sudah beberapa hari ini semua media mengangkat musibah ini, ada beberapa yang berlebihan memberitakannya. Saya harap media lebih empati, menghargai perasaaan keluarga korban itu lebih penting saat ini," kata Margaretha kepada Dream.co.id, Senin 5 Januari 2015.
Margaretha juga mengatakan, sebaiknya sikap menyudutkan atau menyalahkan orang lain harus dihilangkan dari pihak media.
" Kita ibaratkan saja menjadi keluarga dari korban. Bagaimana rasanya? Sebaiknya hilangkan sikap yang menyudutkan atau menyalahkan pihak manapun," himbau Margaretha.
Margaretha berharap media lebih bijak lagi memberitakan musibah ini. Memang, kata dia, semua orang butuh informasi soal musibah ini. Kepedulian masyarakat juga sudah semakin tinggi.
" Media sebaiknya lebih bijak lagi dalam menyiarkan pemberitaan, berikan informasi yang penting. Semua sudah berusaha dengan keras, semua memiliki harapan yang terbaik. Jangan dikacaukan dengan pemberitaan yang menyudutkan. Jangan membuat suasana makin keruh," harap Margaretha. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya