Larangan WNA Masuk Berlaku Besok, Puluhan TKA China Tiba di Bintan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 1 April 2020 15:40
Larangan WNA Masuk Berlaku Besok, Puluhan TKA China Tiba di Bintan
Seluruh TKA tersebut diklaim menjalani pengecekan suhu tubuh dan tidak ada yang menunjukkan gejala Covid-19

Dream - Puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China tiba di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa, 31 Maret 2020. Kondisi menuai perhatian karena kondisi wabah virus corona di Indonesia.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut kontrol perbatasan merupakan tugas imigrasi. Plt Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah menegaskan, keluar masuknya WNA menjadi kewenangan Imigrasi. 

" Kontrol perbatasan di imigrasi," kata Teuku, Rabu, 1 April 2020.

Menlu, Retno Marsudi mengatakan, Indonesia telah sepakat untuk melarang WNA masuk di tengah pandemi virus corona saat ini. Kecuali, bagi WNA yang memiliki surat izin tinggal di Indonesia.

Meski demikian, Faizasyah mengingatkan, kebijakan tersebut baru berlaku mulai Kamis 2 April 2020. Upaya itu sesuai dengan Permenkumham.

" Statement Menlu dan juga mengacu Permenkumham diberlakukan per tanggal 2 April," kata dia.

Faizasyah mengatakan, dalam aturan tersebut ada pengecualian terkait larangan masuknya WNA. Lebih jelasnya, Kemlu menyerahkan kepada Imigrasi.

1 dari 5 halaman

Tidak Tahu Tujuannya ke Indonesia

" Dalam peraturan menteri tersebut juga ada pengecualian. Untuk pastinya imigrasi yang lebih paham. Saya belum lihat Permenkumham nya," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang, Agus Jamaludin membenarkan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Mereka masuk melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

" Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan," kata Agus di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa, 31 Maret 2020.

Dia mengatakan, seluruh TKA tersebut telah menjalani pengecekan suhu tubuh, dan tidak ada yang menunjukkan gejala Covid-19. " Mereka juga dilengkapi surat keterangan sehat dari negaranya," ucap dia.

Dari laporan yang diterima pihaknya, Agus menjelaskan, para TKA itu akan menuju ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Tapi, belum dapat dipastikan apakah untuk keperluan bekerja ataupun yang lainnya. 

Sumber: 

2 dari 5 halaman

Fakta di Balik Video Viral Antrean 124 WN China di Bandara Soetta

Dream - Video berdurasi 14 detik warga asal China mengantre di sebuah bandara viral di media sosial. Mereka tampak mengenakan alat pelindung diri, seperti tenaga medis yang menangani pasien corona.

Akun Twitter @andini_maharan1 menarasikan, video tersebut sebagai tim medis asal China yang tiba ke Indonesia untuk membantu penanganan virus corona.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang, mengatakan bahwa video itu diambil di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Namun, menurut dia, warga negara China itu sedang mengantre untuk kembali ke negara asalnya.

" Itu keberangkatan evakuasi WNA di Soetta hari ini. (Berangkat) Tadi sekitar pukul 18.05 WIB," kata Arvin, dikutip dari Merdeka.com.

Arvin mengatakan, para warga negara China itu bukan tiba di Jakarta. Mereka ingin pulang ke negara asalnya. " Bukan baru datang. Itu keberangkatan evakuasi," ujar dia.

3 dari 5 halaman

Tidak Hanya WN China

Arvin menyebut, warga negara China itu berjumlah 124 orang. Mereka dijemput negaranya untuk pulang. Tetapi, Arvin tak menjelaskan secara detil alasan mereka pulang.

" Mereka dijemput pemerintahnya. Menggunakan penerbangan Air Cambodia total 124 pax (penumpang). Tadi berangkat pukul 18.05 WIB," kata dia.

Kasubag Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh, menjelaskan, pesawat yang membawa warga negara China itu juga diisi warga negara lain, di antaranya 1 orang WNI, 1 warga Korea Selatan, 3 warga Kamboja, dan 2 warga Filipina.

" Total Crew : 7. WNI : 1 .WNA : 6 (1 Korsel, 3 Kamboja, 2 Filipina). Total Pax : 126 WNA. Tidak ada WNI," kata Nur Saleh.

Sumber: 

4 dari 5 halaman

China Hadapi Gelombang ke Dua Wabah Virus Corona

Dream - China melaporkan 78 kasus baru virus corona pada Selasa 24 Maret 2020. Kasus iru merupakan imported case alias berasal dari luar wilayah China.

Menurut laman Channel News Asia, kondisi tersebut memicu kekhawatiran gelombang ke dua infeksi virus corona di Negeri Tirai Bambu. Kasus baru ini dilaporkan terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, dan tempat lain di negara itu akhir Maret 2020.

Tujuh orang meninggal, kata Komisi Kesehatan Nasional, semuanya di Wuhan.

Kasus ini terhitung sebagai yang tertinggi sejak pejabat mulai melaporkan data pada awal Maret. Dalam beberapa hari terakhir, hampir semua infeksi baru di Cina datang dari luar negeri. 

Pemerintah semakin cemas tentang masuknya virus baru karena akan berdampak ke seluruh negara.

5 dari 5 halaman

Pengetesan dan Karantina

Ketika negara-negara di seluruh dunia berjuang untuk mengatasi pandemi, yang kini telah menewaskan lebih dari 21.000 orang di seluruh dunia, penghitungan kasus impor di China telah meningkat menjadi 427.

Banyak kota telah menerapkan peraturan untuk mengarantina pendatang baru. Semua penerbangan internasional yang menuju Beijing dialihkan ke kota-kota lain di mana para penumpang menjalani pengecekan.

Pihak berwenang di Beijing mengatakan bahwa siapa pun yang memasuki China melalui kota yang berbeda dan kemudian tiba di ibukota dalam dua pekan terakhir akan menjalani tes dan diinstruksikan untuk karantina. Shanghai dan Beijing melaporkan kasus infeksi yang ditularkan secara lokal dari seorang pasien dari luar China.

Beri Komentar