Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Puluhan Toko Pakaian Dalam Wanita Ditutup Paksa

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 22 Agustus 2014 16:04
Puluhan Toko Pakaian Dalam Wanita Ditutup Paksa
Pejabat tenaga kerja sudah tidak memberikan izin kepada laki-laki untuk bekerja di toko-toko pakaian dalam wanita.

Dream - Pengawas tenaga kerja Arab Saudi telah menutup 27 toko pakaian dalam wanita di Dammam Mall, provinsi Timur Arab Saudi. Penutupan ini dilakukan karena perusahaan tidak mempekerjakan perempuan lokal.

Peraturan baru di kerajaan Saudi menetapkan hanya wanita Saudi yang diperbolehkan untuk bekerja di toko-toko yang menjual barang-barang perempuan. Dan jika tidak mematuhi peraturan baru, toko akan ditutup dan diambil tindakan terhadap orang-orang yang bekerja di sana.

Pejabat tenaga kerja sudah tidak memberikan izin kepada laki-laki untuk bekerja di toko-toko pakaian dalam wanita. Dan toko-toko pakaian perempuan sudah dirazia untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran.

" Kita perlu memonitor toko secara ketat untuk memastikan pemiliknya telah mematuhi peraturan baru," kata Mohammad Al Faleh, kepala kantor tenaga kerja di Provinsi Timur.

" Kami akan terus melakukan mengawasi dan mereformasi pasar tenaga kerja bekerja sama dengan kementerian dalam negeri dan mitra kami," katanya dalam sambutannya yang dipublikasikan oleh situs berita lokal Sabq dikutip Gulf News, Jumat 22 Agustus 2014.

Awal pekan ini, otoritas tenaga kerja di barat kota Jeddah telah menutup 20 toko pakaian wanita, karena tidak mempekerjakan perempuan lokal.

" Mereka gagal mematuhi aturan dan peraturan tentang pekerja wanita Saudi," kata Abdul Monam Al Shihri, kepala kantor kementrian tenaga kerja di Mekah.

" Kami tidak akan ragu-ragu mengambil tindakan tegas terhadap setiap toko yang tidak menghormati peraturan, yang bertujuan membuat perempuan Saudi merasa nyaman saat mereka berbelanja," ujarnya.

Dengan meningkatnya angka pengangguran di Arab Saudi, kementerian tenaga kerja telah meluncurkan program ambisius untuk mengurangi ketergantungan pada asing. Serta meningkatkan pasar kerja bagi perempuan dan lulusan lokal.

Rencana yang dibuat oleh kementerian untuk mengatasi masalah ekonomi dan sosial, termasuk memotivasi perempuan untuk mengambil pekerjaan di toko-toko dan supermarket. Hal ini ditentang keras oleh kaum konservatif yang melihatnya sebagai cara untuk melemahkan tradisi lokal dan merusak masyarakat Saudi.

Namun, kementerian bersikeras tetap melaksanakan rencana bertahapnya meskipun mendapat penolakan.

Toko pakaian wanita yang menolak untuk menggantikan karyawan asing mereka dengan wanita Saudi akan menghadapi hukuman. Termasuk ditutup selama beberapa hari tertentu dan ancaman yang lebih besar terhadap mereka.

Pada 7 Agustus, kantor tenaga kerja di kota-kota timur Dammam dan Khobar menutup sembilan toko di mall di Dhahran, karena tidak mematuhi peraturan baru tersebut. Beberapa laki-laki ditahan karena bekerja di toko-toko.

Sekitar sepertiga dari 27 juta jiwa penduduk di Arab Saudi adalah orang asing. Mereka kebanyakan pekerja trampil yang bekerja di sektor konstruksi dan jasa. (Ism)

Beri Komentar