Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Berkas Pengecekan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Di Kelurahan Menteng, Jakarta, Rabu (17/10). Enam Bulan Sebelum Pemilu 2019, KPU DKI Jakarta Menyelenggarakan Gerakan Pengecekan DPT Serentak. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Dream - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrullah, mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan sistem single identity. Sistem ini berdasarkan pada pencatatan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Zudan mencontohkan, sistem ini nantinya akan memangkas pencatatan pada seorang pria yang berpoligami. Dahulu, kata Zudan, suami dengan tiga istri dapat memiliki tiga Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
" Ini mengacaukan sistem bernegara kita. Kemudian sistem ini kita rapikan, satu NIK, yang tadi kita sisakan satu," ucap Zudan, di kantor Baznas, Jakarta, Rabu 8 Mei 2019.
Melalui sistem baru ini, si pria diminta untuk memilih alamat mana --salah satu istri-- yang akan dia masukkan ke dalam pencatatan KTP dan KK. Istri yang lain, tetap akan tercatat di KK dan KTP meski tanpa ada nama sang suami.
Sebagai penanda, nama suami akan dicantumkan di sudut kanan bawah kartu keluarga tersebut.
" Hanya terdata di satu Kartu Keluarga saja. Kepala keluarga tidak harus laki-laki, boleh ibu, kepala keluarga tunggal juga boleh," ucap dia.
" Jadi nanti kalau ada KK ibu status kawin tidak ada nama suaminya jangan ditelusuri lebih dalam," kata dia.
Dengan single identity itu, tambah Zudan, masyarakat tak bisa lagi punya KTP lebih dari satu. Satu KTP akan diblokir dengan sendirinya.
" Single identity yang masih digunakan nanti akan terlihat dari database, jika punya KTP dua, ketika punya KTP el (elektronik) data lama terblokir. Ini perlu agar penduduk tidak punya lagi data banyak," ujar Zudan
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
