Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Desa Saint Corona (Sumber:Pexels.com)
Dream - Wabah corona menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Pandemi tersebut menyebar dan merenggut banyak korban. Istilah corona jadi terdengar menyeramkan.
Fakta menarik muncul dari sebuah desa di wilayah Austria. Desa tersebut memiliki nama Saint Corona am Wechsel, sama dengan virus yang saat ini dibicarakan banyak orang.
Wah kebetulan sekali. Berikut adalah potret desa Saint Corona.
© Ilustrasi Desa Saint Corona (Sumber:Pexels.com)
Di desa Saint Corona, ekowisata menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat. Desa tersebut memiliki penduduk sekitar 400 orang dan terletak sekitar 100 kilometer selatan Wina, tepatnya di kaki pegunungan Alpen.
Desa tersebut awalnya menggunakan maskot yang bernama Corona. Maskot itu adalah pakaian tradisional untuk olahraga yang berbentuk seperti semut.
Maskot Corona ditampilkan pada pamflet dan informasi lainnya untuk wisatawan. Nama atraksi-atraksi di desa diambil dari nama suci Katolik Corona, termasuk summer sleeding dan bersepeda gunung.
© Ilustrasi Desa Saint Corona (Sumber:Pexels.com)
Setelah pandemi virus corona mereda, sepertinya desa Saint Corona am Wechsel di Austria mungkin perlu memikirkan kembali kampanye pariwisata di sana.
" Awalnya kami tersenyum melihat virus bernama desa muncul, tetapi lelucon telah berhenti sejak epidemi menjadi begitu serius," kata Wali Kota Michael Gruber.
" Kami mungkin harus menemukan nama baru untuk maskot kami untuk menyambut wisatawan," kata Gruber kepada AFP.
Austria telah mencatat lebih dari 3.900 kasus virus corona baru sejauh ini, dengan 21 kematian.
Negara berpenduduk sekitar sembilan juta orang ini telah melewati langkah-langkah tegas untuk membatasi pergerakan untuk memerangi penyebaran virus.
Sumber CNA Lifestyle
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya