Ini Dugaan Asal Dentuman Misterius di Jabodetabek Versi Ahli Bumi dan Antariksa

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 11 April 2020 17:25
Ini Dugaan Asal Dentuman Misterius di Jabodetabek Versi Ahli Bumi dan Antariksa
Minimnya informasi yang didapat, hanya memunculkan berbagai spekulasi.

Dream - Misteri dentuman yang mengegerkan masyarakat Jabodetabek pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi, belum terpecahkan. Minimnya informasi yang didapat, hanya memunculkan berbagai spekulasi.

Ahli Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia, Judhistira Aria Utama menduga, suara dentuman itu berasal dari longsor bawah tanah.

Apa yang mendasari dugaan itu?

" Suaranya terdengar dari dalam bumi seperti suara meriam dan berulang meski tidak ajeg jeda waktunya. Boleh jadi bersumber dari longsoran bawah tanah. Longsoran yang dipicu deformasi batuan yang melampaui batas elastisitas batuan akan disertai pelepasan energi yang terdengar sebagai suara dentuman," kata Judhistira dalam keterangannya dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 11 April 2020.

Namun ia belum bisa memastikan dentuman tersebut berasal dari daerah mana.

 

1 dari 6 halaman

" Faktanya, PVMBG dan BMKG juga sudah membantah kemungkinan dari gempa (tidak ada gempa kekuatan besar yang sedang terjadi) maupun letusan gunung api (tidak terdapat laporan suara dentuman dari pos pengamatan gunungapi yang sedang erupsi)," tutur Judhistira.

Judhistira juga tidak sependapat apabila dentuman berasal dari peristiwa atmosferik yang terjadi di atmosfer. Ia menjelaskan, tidak ada masyarakat yang melaporkan melihat benda terbang dengan kecepatan suara.

" Bila diasumsikan sumber dentuman dari peristiwa atmosferik faktanya tidak ada yang melihat benda terbang yang sedang bergerak dengan kecepatan suara. Demikian pula tidak ada saksi mata yang melihat adanya meteor besar yang disebut fireball atau bollide," ujar Judhistira.

2 dari 6 halaman

Judhistira mengaku belum mendapat konfirmasi dari pihak militer apakah ada kegiatan pelatihan pada malam lalu atau tidak.

" Pihak militer juga belum mengonfirmasi ada atau tidaknya latihan bersenjata," tutup dia.

Saat Merdeka.com mencoba menghubungi, TNI pun belum mengonfirmasi ada atau tidaknya latihan pada Jumat 10 April malam kemarin hingga Sabtu dini hari yang berpotensi menyebabkan dentuman.

Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie

3 dari 6 halaman

Suara Dentuman Misterius Gegerkan Jabodetabek, Bukan dari Gunung Anak Krakatau

Dream - Gelegar suara dentuman yang terdengar warga di wilayah Jabodetabek dipastikan bukan dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda. Hal ini ditegaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVGMBG) pada Sabtu, 11 April 2020.

" Sampai sekarang Gunung Anak Krakatau memang masih erupsi, tapi terlalu jauh jika terdengar hingga Jakarta dan Depok," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Kasbani kepada Liputan6.com di Jakarta.

Ia juga mengkonfirmasi melalui Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasaran Carita, Pandegang, Banten yang berada 50 km, bahwa efek erupsi terlampau kecil dan tidak terdengar dentuman sama sekali.

" Pos yang terdekat saja tidak dengar, apalagi Jakarta yang lebih jauh," ujar dia.

4 dari 6 halaman

PVMBG melaporkan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada 10 April 2020 pukul 22.35 WIB dengan tinggi kolom abu hingga 500 m di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu diamati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong ke arah utara. Erupsi ini telah terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 38 menit 4 detik.

Pantauan yang dilakukan PVMBG mengatakan letusan berlangsung hingga Sabtu, 11 April 2020 oukul 05.44 WIB.

Potensi bahaya yang dilaporan PVMBG yaitu lontaran material lava, aliran lava dan hujan abu lebat di sekitaran kawah dengan radius 2km dari kawah aktif. Selain itu, hujan abu yang tipis dapat terpapar ke daerah lebih jauh tergantung kecepatan angin.

Aktivitas erupsi tipe Strombolian ini hanya tersebar di sekitar kawah. Erupsi menerus berpotensi terjadi, namun tidak terdeteksi adanya gejala vulkanik dengan intensitas erupsi yang lebih besar.

5 dari 6 halaman

Kesaksian Warga

Sementara, seorang warga Pamulang, Tangerang Selatan, Aditya mengatakan, dirinya mendengar detuman samar-samar dari arah barat. Dentuman tersebut terus terjadi selama satu jam dini hari tadi, Sabtu 11 April 2020. Bahkan, kata Aditya, pintu di rumahnya sempat bergetar.

" Sekitar jam 02.30 WIB saya sedang tidur deket pintu samar terdengar dentuman, pintunya getar, kakak saya cek pintunya getar sediri padahal tidak ada angin," kata Aditya dilansir dari Liputan6.com

6 dari 6 halaman

Berasal dari Kilat?

Kemudian Aditya mengecek lantai atas rumahnya dan mendengan dentuman samar-samar dari arah barat.

" Lama sekali sampai jam 03.30 WIB, terdengar samar-samar, berhenti bentar trus bunyi lagi. Saya kira mau hujan badai, tapi saya lihat ada dentumannya tapi tidak ada kilat. Terdengar sangat jauh," ujar Aditya.

Sementara, Theo, warga Depok mengaku melihat kilat sebelum terdengar dentuman. Theo mengaku mendengar dentuman tersebut hanya satu kali.

" Ada kilat sebelum dentuman, saya kira petir, tapi suaranya agak beda dengan petir," ujarnya.

Beri Komentar