Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Saksi kunci kasus megakorupsi e-KTP, Johannes Marliem, dikabarkan meninggal dunia di Amerika Serikat. Kabar tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febry Diansyah.
" Kami mendapat informasi bahwa Johanes Marliem meninggal dunia," kata Febry di Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2017.
Meski begitu, Febry belum mengetahui penyebab kematian Johannes. Sempat beredar informasi Johannes meninggal karena bunuh diri.
" Kami hingga saat ini belum dapat informasi rincinya, karena terjadi di Amerika," ucap Febry.
Selnajutnya, Febry mengatakan penanganan kasus e-KTP ini tidak akan terganggu meskipun saksi kuncinya meninggal dunia. Sebab, KPK telah mengantongi bukti kuat dalam kasus ini.
" Dalam perkara e-KTP kami punya bukti kuat. Penyidikan jalan terus," ujar dia.
Johannes menjadi saksi penting lantaran dia memiliki rekaman pertemuan dengan orang-orang yang merumuskan proyek e-KTP. Dalam rekaman tersebut, Ketua DPR Setya Novanto terlibat di pertemuan itu.
Rekaman tersebut telah disimpan Johannes selama empat tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya