Saudi Temukan Lagi 7 Kasus Baru Infeksi MERS

Reporter : Ismoko Widjaya
Sabtu, 3 Mei 2014 13:42
Saudi Temukan Lagi 7 Kasus Baru Infeksi MERS
Mewabahnya virus MERS di Arab Saudi membuat Kementrian Kesehatan Mesir melarang warganya berpergian ke Saudi.

Dream -  Tujuh kasus baru Sindrom Pernafasan Akut Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS Cov) dilaporkan pada hari Jumat di Arab Saudi. Sehingga jumlah kasus itu di Saudi melonjak menjadi 378 kasus, termasuk 107 kematian sejak penyakit itu ditemukan pada September 2012. Demikian dilaporkan Arab News, Sabtu 3 Mei 2014.

Namun belum ada korban jiwa baru akibat virus itu, kata seorang pejabat Departemen Kesehatan. Sementara itu, pejabat sementara Menteri Kesehatan Arab Saudi Adel Fakeih, mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus pada dua pendekatan untuk mencegah dan mengobati MERS serta menawarkan layanan perawatan kesehatan terbaik kepada masyarakat di Arab Saudi. 

Dia mengaku telah mengarahkan pejabat terkait di 20 wilayah tentang cara-cara untuk memerangi penyakit ini. Anggota Komite Ilmiah Nasional untuk Pencegahan Penyakit Menular, pejabat dari kementerian dalam negeri, perguruan tinggi, tentara, dan eksekutif sektor kesehatan swasta, turut menghadiri pertemuan tersebut. 

Menurut pejabat kementerian kesehatan, tujuh kasus baru telah dilaporkan selama 24 jam terakhir. Termasuk empat kasus baru di Riyadh dan tiga di Jeddah. Dia mengatakan empat orang di antara kasus baru itu kondisinya kini stabil, sementara dua lainnya berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan di Unit Perawatan Intensif ( ICU ). Sedangkan pasien ketujuh masih dalam observasi. 

Di Riyadh, tiga orang wanita berusia 31, 28 dan 50 tahun telah terinfeksi dengan penyakit ini. Dan pasien keempat adalah seorang pria 28 tahun yang tertular penyakit dari pasien yang terinfeksi dan saat ini sedang dirawat di sebuah rumah sakit swasta dan kondisinya dilaporkan sudah stabil. 

Di Jeddah, dua perempuan berusia 38 dan 28 tahun dilaporkan telah terinfeksi virus dan kondisi mereka dilaporkan stabil. Namun seorang pria 60 tahun yang saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit swasta dilaporkan dalam kondisi kritis. 

Pada pertemuan hari Rabu lalu, Fakeih telah mendesak para pejabat untuk melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan perawatan kesehatan yang tepat selama periode krisis. 

Ia juga mendesak para pejabat untuk bekerja sebagai tim dan memastikan koordinasi yang baik dengan pejabat yang bersangkutan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien. Arahan baru Fakeih datang setelah Menteri Kesehatan Mesir mengeluarkan peringatan kepada anak-anak, orang tua dan orang yang menderita jantung kronis agar tidak bepergian ke Arab Saudi. 

Kasus pertama penyakit di Mesir dilaporkan pada hari Kamis waktu setempat. Kasus itu menimpa seorang pria 27 tahun yang tinggal di Arab Saudi namun sakit saat kembali ke Mesir pekan lalu setelah kontak dengan pamannya di Saudi yang meninggal dunia akibat MERS. 

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan bahwa siapapun di bawah usia 15 atau lebih tua dari 65, serta ibu hamil dan orang yang menderita jantung, sebaiknya menunda perjalanan ke Arab Saudi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeddah, Arab Saudi, juga meninggal dunia karena terjangkit penyakit MERS. WNI berinisial NA berusia 61 tahun itu bukanlah jamaah umroh yang sedang beribadah.

" WNI ini sudah lama tinggal di Arab Saudi," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.

NA diduga terinfeksi virus MERS Cov dan langsung menjalani perawatan di King Saud Hospital sejak 20 April 2014. Kondisinya terus memburuk. Sampai akhirnya NA meninggal dunia pada 27 April 2014 sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?