Ilustrasi Bepergian (foto: Shutterstock)
Dream - Safar, atau lebih kita kenal dengan istilah bepergian merupakan aktivitas yang kerap dilakukan banyak orang. Terkadang, di perjalanan mengalami sedikit kesusahan seperti kurang makan dan kurang istirahat.
Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam (SAW) menyebut safar merupakan sebagian azab. Hal ini terutang dalam hadis riwayat Bukhari.
" Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya."
Karena itulah, mereka yang mengadakan perjalanan jauh mendapatkan rukhshah atau keringanan dalam ibadah. Misalnya, mereka bisa sholat dengan cara menjamak dan mengqashar serta boleh tidak berpuasa Ramadan lalu menggantinya di hari lain.
Untuk semakin memudahkan, disunahkan untuk melakukan perjalanan di malam hari. Ini seperti sabda Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud dan Al Hakim.
" Hendaklah kalian bepergian pada waktu (Duljah) malam, karena seolah-olah bumi itu terlipat pada waktu malam."
Muhammad Syams Al Haq dalam kitabnya Mu'jam Al Ma'aniy memberikan penjelasan terkait hadis ini.
" Yaitu jangan merasa puasa dengan perjalanan siang hari saja, tetap jalan juga malam hari karena lebih mudah, di mana ia akan mengira baru berjalan sedikit padahal sudah berjalan banyak."
Selain itu, ada semangat yang berbeda ketika bepergian di malam hari. Seseorang akan lebih senang pergi di malam hari karena sejuk, tidak seperti siang yang panas dan membuat penat.
Selengkapnya... (ism)
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%