Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Sudah menjadi kesepatan jumhur atau mayoritas ulama, salah satu syarat sah sholat adalah menghadap kiblat. Artinya, jika ketentuan ini dilanggar, maka dapat dikatakan sholat yang dikerjakan seseorang tidak sah.
Tetapi, muncul pertanyaan mengenai kata 'menghadap kiblat'. Istilah ini dapat menimbulkan makna menghadap persis ke posisi bangunan fisik Kabah (ainul kabah) atau sekadar menghadap ke arah Kabah (jihatul kabah).
Di antara dua makna ini, mana yang tepat untuk diikuti?
Mengutip rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, tentu merupakan hal yang mudah untuk menghadap persis ke bangunan Kabah bagi mereka yang sholat di Masjidil Haram. Tetapi, hal itu tidak terjadi bagi mereka yang berada di luar Arab Saudi.
Bahkan, butuh pengetahuan khusus bagi mereka untuk bisa mengetahui posisi tepat Kabah. Tidak hanya itu, mereka harus memanfaatkan sejumlah alat agar bisa sholat menghadap Kabah.
Terkait perkara ini, para ulama kecuali Imam Syafi'i berpandangan umat Islam cukup menghadap ke arah kiblat ketika mendirikan sholat dan tidak harus persis ke fisik Kabah.
Meski Imam Syafi'i tidak termasuk dalam kelompok ini, salah satu ulama Mazhab Syafi'iyah, Abdurrahman Ba'alawi dalam kitab Bughyah Al Mustarsyiddin membolehkan sholat sekadar menghadap ke arah kiblat bila tidak mengetahui tanda-tanda pasti tentang letak Kabah.
"Cukup menghadap arah (Kabah ke barat saja, misalnya) adalah saat tidak mengetahui tanda-tanda keberadaan bentuk fisik Kabah (a'inul kabah). Orang yang mampu mengetahui Kabah bila diandaikan bisa dihasilkan dengan berijtihad, maka ia tidak cukup menghadap arah saja secara pasti (tanpa khilafiyah). Tidak ada yang mendorong ulama yang membolehkan menghadap ke arah Kabah melainkan mereka memandang bahwa menghadap Kabah dengan berijtihad itu sulit dilakukan."
Pendapat ini memberikan toleransi bagi mereka yang memiliki keterbatasan pengetahuan tentang lokasi persis Kabah. Dengan begitu, orang yang bersangkutan cukup sholat dengan menghadap ke arah Kabah.
Selengkapnya... (ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains