Sebelum Gempa, Jutaan Ikan di Cilacap Mati Misterius

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 14 Oktober 2019 20:22
Sebelum Gempa, Jutaan Ikan di Cilacap Mati Misterius
Warga berspekulasi mengenai kematian ikan yang mendadak itu.

Dream - Warga Cilacap dan Kebumen baru saja merasakan guncangan gempa sebesar 5 Magnitudo, Senin, 14 Oktober 2019. Dua hari sebelum gempa tersebut masyarakat dihebohkan dengan kabar jutaan ikan mati dan terdampar di Pantai Jetis.

Kabar itu dibagikan akun Facebook, Paijo Kbm. Akun tersebut mengunggah sembilan foto penampakan ikan mati yang terdampar.

Dalam keterangan fotonya, dia mengabarkan bahwa ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan ikan mati dan menepi ke pantai. Ia mengaku belum tahu jenis ikan yang terdampar. Yang jelas, semuanya sejenis.

“ Puluhan atau mugkin ratusan warga sekitaran Pantai Cemarasewu, Jetis. Cilacap, berbondong-bondong untuk mengambil ikan-ikan tersebut,” tulis Paijo Kbm

Foto itu memperlihatkan warga berusia tua-muda, menggunakan karung beras mengumpulkan ratusan ribu ikan yang mati. Ada pula warga yang mengklaim mendapatkan satu mobil pick-up ikan terdampar.

Warga sempat berspekulasi mengenai peristiwa hebat yang datang.

Sumber: Liputan6.com/Muhamamad Ridlo

1 dari 5 halaman

Gempa Bermagnitudo 5 Guncang Cilacap

Dream - Gempa berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang Cilacap, Jawa Tengah pada Senin, 14 Oktober 2019, pukul 18.33:58 WIB. Kedalaman gempa mencapai 10 kilometer.

Akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berlokasi di 8.45 LS,109.28 BT.

" 85 kilometer tenggara Cilacap-Jawa Tengah," tulis BMKG.

 Gempa

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Belum terdapat informasi mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa ini.

Meski demikian, sejumlah warganet membagikan keresahan yang muncul karena getaran gempa. Getaran gempa disebut terasa hingga Kebumen, Yogyakarta, Purworejo, dan Magelang.

2 dari 5 halaman

Biota Laut Terdampar di Maluku Akibat Upwelling Bukan Gempa, Fenomena Apa Itu?

Dream - Warga di Kecamatan Tanimbar Utara, Maluku resah akibat fenomena terdamparnya ratusan ikan berbagai jenis biota laut di pantai Desa Lelingulan, pada 13 Oktober 2019 lalu. 

Kejadian langka tersebut memicu spekulasi adanya kaitan dengan gempa yang menguncang disusul beberapa getaran perut bumi di Maluku beberapa waktu lalu. 

Menanggapi fenomena tersebut, ahli tsunami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, memastikan belum ada keterkaitan antara biota laut permukaan dengan aktivitas kegempaan dari laut yang biasanya bersumber pada lempeng dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter.

" Biota-biota yang selama ini seringkali mati dalam jumlah besar kemudian terdampar di pantai adalah biota permukaan atau biota laut dangkal-karang, bukan biota laut dalam," ujar Muhari, Senin, 14 Oktober 2019.

Muhari menjelaskan, fenomena terdamparnya biota laut dangkal sering kali disebabkan fenomena upwelling.

Fenomena ini adalah arus naik ke permukaan yang biasanya membawa planton atau zat hara yang menjadi makanan biota laut dangkal, bukan merupakan efek aktivitas lempeng atau sesar.

Fenomena yang terjadi tidak merujuk pada tanda-tanda akan muncul gempa besar.

3 dari 5 halaman

Ribuan Unit Rumah Rusak

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, BMKG mencatat 1.516 gempa susulan pascagempa Maluku M 6,5 yang terjadi pada 26 September lalu.

Dari jumlah tersebut, 175 gempa susulan dirasakan oleh warga. Terkait dengan gempa tersebut, perkembangan terkini per 14 Oktober 2019 BNPB mencatat 148.619 warga masih mengungsi.

Total rumah rusak di wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon mencapai 6.355 unit dengan rincian total rusak berat 1.273 unit, rusak sedang 1.837 unit dan rusak ringan 3.245 unit.

Korban meninggal tercatat 41 jiwa dan mereka yang masih terluka sebanyak 1.602.

Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat masih melakukan upaya penanganan darurat. Sedangkan Provinsi Maluku dan Kota Ambon sudah melakukan upaya-upaya transisi darurat ke pemulihan.

4 dari 5 halaman

Ribuan Ikan Mati Misterius di Pantai Ambon, Warga Geger

Dream - Ribuan ikan ditemukan dalam kondisi mati dan terdampar di pantai wilayah Kecamatan Litimur Selatan, Kota Ambon, Provinsi Maluku, sejak Sabtu 14 September 2019.

Warga Desa Laehari, Vin Maitimu, merasa khawatir dan menduga fenomena ini sebagai pertanda bakal terjadi tsunami. Sehingga pada Sabtu malam, mereka bersiap menyelamatkan barang berharga dan dokumen penting.

" Bahkan saat malam hari senantiasa berjaga-jaga sehingga terganggu waktu tidur karena mengkhawatirkan kemungkinan tsunami melanda secara tiba-tiba," ujar Vin, dilaporkan Liputan6.com, Senin 16 September 2019.

Menurut Vin, belum ada penjelasan resmi dari Pejabat Kepala Desa Leahari, Jhon Sitanala, dan perangkat desa terkait. " Saya konfirmasi ke Pejabat Kepala Desa diberitahu bahwa staf Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ambon bersama Balai Karantina Ikan Ambon dan UPTD terkait telah mengambil sampel ikan yang mati untuk diteliti," ujar dia.

5 dari 5 halaman

Laporan Warga

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon, Steven Patty, mengatakan, dinas bersama Balai Karantina Ikan Ambon dan Unit Pelaksana Teknis Daerah masih meneliti penyebab ribuan ikan di pantai Desa Leahari dan Rutong.

" Dugaan sementara karena ledakan getaran yang kuat, sehingga ikan-ikan mati dengan kondisi tulang retak, dan mata copot," ujar Steven.

Dia menambahkan, masyarakat setempat mengaku mengonsumsi ikan-ikan tersebut. Namun belum ada laporan adanya warga yang keracunan. " Sehingga kami masih terus melakukan analisa kematian ikan ini," kata dia.

Sementara itu, akun Facebook, Glen Kailuhu Leiwakabessy mengunggah foto ikan-ikan yang mati di pantai.

" Sudah dua hari ikan mati terdampar di Pantai Rutong dan Leahari, belum tahu penyebabnya," tulis Glen.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone