Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto
Dream - Jumlah kasus Covid-19 setiap harinya di Indonesia terus bertambah. Total sudah ada 198 korban jiwa. Penularan virus ini yang melalui droplet atau percikan air liur memang begitu cepat.
Salah satu cara untuk menekan penyebarannya adalah menggunakan masker. World Health Organization (WHO) sangat menganjurkan untuk menggunakan masker ke mana pun demi mengurangi risiko penularan. Juru bicara Covid-19, Ahmad Yurianto, mengungkapkan hal ini.
" Mulai hari ini sesuai dengan rekomendasi dari WHO kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker. Lindungi diri kita, gunakan masker pada saat keluar rumah terutama," kata Yuri, di Jakarta, Minggu, 5 April 2020.
Pemakaian masker ini, sangat dianjurkan karena kita tak pernah tahu orang di sekitar, bisa saja carrier (pembawa virus). Mereka tak memiliki gejala apapun, tapi bisa menulari.
" Karena kita tidak pernah tahu bahwa di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi untuk menularkan ke kita," ungkap Yuri.
Sebelumnya, WHO merekomendasikan, hanya orang yang sakit, bergejala atau berisiko terpapar virus yang boleh menggunakan masker. Bahwa penggunaan masker bedah khususnya untuk para profesional medis.

Namun, pandangan WHO berubah tatkala penelitian terbaru menunjukkan, efek positif memakai masker dalam mencegah penyebaran virus Corona. Apalagi lebih banyak pemerintah di Eropa yang mengharuskan warganya untuk menutupi hidung dan mulut di depan umum. Masyarakat awam bisa menggunakan masker kain.
" Kita tentu melihat keadaan penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain, di tingkat masyarakat dapat membantu cegah penyebaran virus Corona," jelas Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan, dikutip South China Morning Post, Minggu 5 April 2020.
" Mungkin ada situasi saat pemakaian masker dapat mengurangi tingkat infeksi. Kami akan mendukung pemerintah yang ingin melakukan pendekatan penggunaan masker kepada seluruh warga dan yang memasukkan itu sebagai upaya dari strategi komprehensif untuk mengendalikan Corona," kata Ryan.
Penggunaan masker yang ditujukan kepada semua orang mulai diterapkan negara-negara di dunia. Dalam waktu sekitar seminggu terakhir, Austria, Slovakia, dan Republik Ceko memperkenalkan, persyaratan bagi orang-orang untuk mengenakan masker di tempat-tempat umum, seperti supermarket.
Pada Rabu, 1 April 2020, California menjadi negara bagian Amerika Serikat yang pertama menawarkan pedoman resmi untuk warganya. Bahwa setiap orang harus mengenakan masker supaya membantu menahan penyebaran virus Corona.
Laporan Fitri Haryanti/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Penggunaan masker saat beraktivitas di luar jadi benda yang wajib dikenakan. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta seluruh warga Jakarta untuk selalu mengenakan masker kain, ketika ke luar rumah.
Masker medis lebih diperuntukkan untuk para tenaga medis yang kontak langsung berkali-kali baik dengan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 dan pasien positif. Di mana risiko para tenaga medis tersebut lebih besar.
Kondisi masker medis kini semakin langka di pasaran. Jika pun ada, harganya melonjak tinggi. Kebutuhan masker untuk rumah sakit dan pusat-pusat medis sangat diperlukan.
Anies mengeluarkan instruksi khusus melalui surat edaran untuk warga Jakarta. Jadi, bagi Sahabat Dream yang harus keluar rumah, lebih baik menggunakan masker kain.

Masker ini bisa dipakai berkali-kali. Pastikan saja selalu mencucinya dengan sabun segera setelah digunakan, lalu keringkan.
Dream – Masker kain buatan sendiri memang tidak sepenuhnya bisa mencegah tertular virus corona Covid-19. Dikabarkan kemampuan masker ini hanya 70 persen untuk menangkat virus corona. Dengan stok masker medis yang terbatas, masker kain ini lebih baik digunakan daripada tidak sama sekali.

Penyebaran virus yang sangat cepat dan kepanikan sejumlah masyarakat yang menimbun masker kesehat telah membuat tenaga medis kekurangan pasokan. Raina Maclntyre, Kepala Program Penelitian Biosecurity di Universitas New South Wales di Australia mengatakan tragedi pandemik ini menyebabkan kematian di masyarakat dan tenaga medis makin tinggi karena mereka tak mendapatkan masker medis yang layak.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, (CDC) merekomendasikan penggunaan masker kain buatan rumah jika tak ada pilihan lain. Meski kemampuan penyaringan virus oleh masker ini tak sepenuhnya mengurangi risiko terpapar corona karena biasanya kain cenderung lembab dan sering digunakan kembali.
Melansir dari Live Science, peneliti dari Australia itu akhirnya mengatakan jika masker kain adalah pilihan terakhir yang harus digunakan timmedis ketika merawat pasien. Hal ini lebih baik daripada merawat pasien tanpa menggunakan masker sama sekali.
Sementara laporan The Journal Disaster Medicine and Public Health Preparedness, menemukan bahwa masker bedah tiga kali lebih efektif daripada masker kain untuk mencegah penyebaran flu. Karena masker kain lebih longgar, tidak seperti masker N95 yang dirancang ketat untuk menyaring partikel virus yang sangat kecil.
Kesimpulan dari jurnal tersebut adalah masker kain buatan sendiri hanya dijadikan sebagai upaya terakhir, karena lebih baik daripada tidak menggunakan sama sekali.
Peneliti dari Universitas Cambridge di Inggris menerbitkan instruksi tentang aturan pakai masker kain agar maksimal cegah virus corona. Nah, untuk rinciannya mari kita simak ulasan di bawah ini:

Para peneliti menganjurkan untuk mengikuti instruksi cara memakai masker kain untuk cegah virus corona. Berikut ulasannya: