Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Fenomena Aneh, Ribuan Ikan Tiba-tiba Mati Terdampar Di Pantai.
Dream - Wisatawan dan nelayan baru-baru ini terkejut saat mengunjungi sebuah pantai di Chili. Mereka menemukan ribuan ikan mati terdampar di Pantai Coliumo.
Fenomena yang mengerikan tersebut belum mendapat penjelasan dari pihak berwenang yang sampai saat ini masih melakukan penyelidikan.
Dalam sebuah rekaman video mengerikan memperlihatkan ribuan ikan mati menutupi pasir pantai populer tersebut pada Sabtu pagi, 19 Februari 2022.
Tampak dalam video tersebut, ribuan ikan dari jenis teri dan sarden terdampar di sepanjang Pantai Coliumo yang terletak di Biobio, Concepcion.

Pantai Coliumo merupakan tempat wisata yang terkenal dengan garis pantainya yang terjal. Sementara Semenanjung Coliumo dan perairannya sangat kaya akan ikan teri dan sardennya.
Namun pada Sabtu lalu, pasir Pantai Coliumo dipenuhi ikan keperakan yang tak terhitung jumlahnya. Ikan tersebut berserakan dan sebagian bertumpuk-tumpuk di bebatuan pantai.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari matinya ribuan ikan teri dan sarden di Semenanjung Coliumo tersebut.

Para nelayan dan wisatawan yang kebetulan lewat di Pantai Coliumo telah melaporkan fenomena tersebut ke pihak berwajib.
Sementara itu Dinas Perikanan dan Budidaya Nasional (Sernapesca) mengatakan pihaknya telah mengirim tim ahli untuk menyelidiki kualitas air di wilayah tersebut.
Insiden serupa pernah terjadi di sepanjang pantai wilayah Biobio tahun lalu. Setelah Sernapesca melakukan penyelidikan, ternyata penyebabnya karena jumlah oksigen yang rendah di lepas Pantai Coliumo.

Banyak penduduk setempat mengatakan bahwa hal serupa terjadi lagi karena ikan berenang di dekat pantai untuk mencari oksigen dan nutrisi.
Oksigen rendah dalam air laut sering dikaitkan dengan pertumbuhan berlebih dari spesies ganggang tertentu yang dapat menciptakan 'zona mati' di laut.

Hal ini tentu sangat membahayakan kehidupan di perairan Semenanjung Coliumo. Fenomena seperti ini bisa terjadi berulang-ulang jika tidak segera dicarikan solusinya.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya