Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Dream - Pilot pesawat maskapai milik Rusia, Kogalymavia dilaporkan sempat meminta pendaratan darurat sesegera mungkin sebelum akhirnya jatuh di pegunungan Sinai, Mesir, Sabtu, 31 Oktober 2015.
Menurut seorang sumber di bandara Sharm el-Sheikh mengatakan kepada RIA Novosti, pilot pesawat Airbus A-321 itu sempat menginformasikan kepada pengawas lalu lintas udara jika pesawat mengalami kesalahan teknis setelah take-off dan meminta perubahan rute.
Berdasarkan data radar, pesawat yang mengangkut 224 penumpang
turun dengan kecepatan lebih dari 6.000 kaki per menit, sesaat sebelum kecelakaan di area pegunungan, kawasan yang dihuni banyak teroris afiliasi ISIS
Sang pilot, Valery Nemov, kata Juru bicara maskapai, Oxana Golovina, memiliki pengalaman terbang lebih dari 12 ribu jam. Ia mengatakan pesawat sepenuhnya laik terbang, kru berpengalaman dan pilot punya pengalaman terbang tinggi.
Hingga kini belum diketahui penyebab pasti kecelakaan nahas tersebut. " Tidak ada indikasi bahwa pesawat sejenis Airbus itu ditembak jatuh," kata sumber-sumber keamanan Mesir.