Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bocah Ini Ngamen Demi Biayai Pemakaman Ayahnya (World Of Buzz)
Dream - Seorang anak laki-laki di Thailand menyedot perhatian warganet. Dia harus mengamen agar punya uang untuk biaya pemakaman ayahnya.
Chanadej Khiewsen, 12 tahun, mengamen dengan memanfaatkan live streaming Facebook. Itu dia lakukan agar mendapatkan uang.
Chanadej adalah seorang seniman jalanan berpengalaman yang telah bernyanyi dan bermain gitar di jalanan sejak berusia 5 tahun. Saat itu, dia mengamen di Pasar Akhir Pekan Chatuchak dan Siam Square untuk biaya sekolahnya.
Selama beberapa bulan belakangan, dia memilih bermain musik secara online karena ayahnya sakit kanker. Ayahnya adalah orangtua tunggal sehingga keduanya hanya memiliki satu sama lain.
Selama waktu itu, dia melakukan crowdfunding untuk tagihan rumah sakit ayahnya. Tetapi pada 15 Februari, ayahnya yang sakit meninggal.
Dengan sedih, bocah lelaki itu melakukan siaran langsung di Facebook. Dia menjelaskan sedang butuh uang untuk pemakaman ayahnya.
" Hari di mana aku tidak ingin mengalaminya telah tiba. Tapi Ayah menyuruhku untuk hidup di dunia nyata. Saya ingin melakukan ini untuk Ayah untuk terakhir kalinya. Saya melakukan konser langsung untuk Ayah. Hari ini, aku memohon untuk pemakaman Ayah. Saya tidak ingin menggunakan istilah ini sama sekali," kata Chanadej.
Selama live streaming, dia berusaha tetap tampil berani dan ceria. Kadang-kadang, air mata mengalir di wajah kecilnya ketika dia bernyanyi dan berbicara.
Siaran itu menjadi viral dan dia dapat menggelar upacara sederhana dengan uang dari netizen yang baik hati. Dalam posting Facebook-nya, anak muda itu mengatakan bahwa dia masih memproses kesedihannya.
" Terima kasih atas perhatian Anda, mohon maaf belum bisa membalas pesan dan komentar. Saya masih sedih tapi saya akan terus berjuang. Tolong beri saya waktu karena hal terbaik dalam hidup saya adalah ayah saya," kata dia, dikutip dari World of Buzz.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya