Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Virus Corona (Foto: Freepik.com)
Dream – Para ilmuwan telah menemukan bukti sel kekebalan tubuh menanggapi kehadiran virus Covid-19 di dalam tubuh dalam rentang enam bulan setelah seseorang terinfeksi virus.
Dalam sebuah penelitan yang dilakukan terhadap 100 orang, mereka memiliki gejala reaksi sel-T yang jauh lebih tinggi.
Tetapi masih belum jelas apakah hal ini mengarah pada perlindungan yang lebih baik terhadap infeksi ulang.
Dilansir dari BBC, tim penelitian dari Inggris mengatakan temuan ini hanyalah satu dari banyak teka-teki tentang kekebalan tubuh. Menurut mereka masih yang harus dipelajari dari sel ini.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sekali terinfeksi virus corona, seseorang bisa memiliki kekebalan tubuh yang bisa melindunginya dari infeksi selanjutnya? Jika demikian, berapa lama kekebalan tubuh ini bisa bertahan?
Para ilmuwan mengetahui antibody dibuat oleh tubuh sekitar 10 hari setelah infeksi. Tetapi kemampuanya itu sepertinya menyusut seiring waktu. Mereka tetap berpegang pada virus untuk menghentikannya.
Para peneliti juga menemukan sejenis sel kekebalan tubuh atau yang disebut dengan Sel-T, ini menyerang sel yang terinfeksi virus.
Sel ini dikenal sebagai respon imun seluler dan juga bisa menjadi kuncinya. Penelitian ini belum ditinjau dan juga belum diterbitkan dalam sebuah jurnal, tapi menunjukkan bahwa Sel-T bisa memainkan peran yang cukup penting untuk membangun antibodi.

Penelitian ini dilakukan oleh Konsorsium Imunologi Virus Corona Inggris, yang melibatkan universitas Birmingham, Lembaga penelitian klinis NIHR Manchester, dan Public Health England.
“ Hasil awal menunjukkan respon sel-T mungkin bertahan lebih lama dari respon antibodi awal, yang dapat berdampak signifikan pada pengembangan vaksin Covid-19 dan penelitian kekebalan,” terang Shamez Ladhani, seorang penulis penelitian sekaligus konsultan ahli epidemiologi di Public Health England.
Sementara itu, professor Paul Moss dari Universitas Birmingham mengatakan penelitian ini adalah penelitian pertama di dunia yang menunjukkan kekebalan tubuh seluler yang kuat tetap ada pada enam bulan setelah orang terinfeksi,” jelasnya.
Hal ini berdasarkan sampel yang diambil dari 23 petugas kesehatan pria dan 77 wanita yang telah terinfeksi virus corona pada bulan Maret dan April. Serta yang memiliki gejala ringan hingga sedang atau bahkan tanpa gejala. Tak satu pun dari sampel itu mengalami kondisi sakit yang parah akibat Covid-19.
Para peneliti mengatakan ada banyak kemungkinan bahwa respon sel-T yang baik mungkin akan membuat orang memiliki gejala lebih banyak perlindungan agar tidak terinfeksi.
Tetapi bisa juga orang tanpa gejala hanya mampu melawan virus tanpa perlu membangun tanggapan kekebalan yang besar. Mereka menambahkan sangat penting untuk memriksa respon Sel-T dalam uji coba vaksin.
“ Kami sekarang membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apakah individu yang bergejala lebih terlindungi dari infeksi ulang di masa depan,” ungkap professor Moss.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya