Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

1.590-an Relawan Dua Kali Disuntik Vaksin Sinovac, Tak Muncul Efek Samping

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 November 2020 16:00
1.590-an Relawan Dua Kali Disuntik Vaksin Sinovac, Tak Muncul Efek Samping
Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Tahap III Vaksin Covid-19, Kusnandi Rusmil mengatakan belum ditemukan gejala efek samping berat para relawan.

Dream - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil, mengatakan, sebanyak 1.620 relawan sudah disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Sebanyak 1.590 di antaranya sudah dua kali mendapatkan suntikan.

Menurut Kusnadi, tim riset belum mendapat temuan munjulnya efek samping penyuntikan vaksin dari para relawan tersebut. Dia menyatakan, proses uji klinis berjalan baik.

" Dengan proses uji klinis yang selama ini sementara waktu itu cukup baik," ujar Kusnandi dalam dialog virutal 'Menjawab Berbagai Keraguan Soal Vaksin" , disiarkan Channel Youtube FMB9ID_IKP.

Sampai saat ini, tambah dia, tim riset tidak mendapat gejala mengkhawatirkan. Semua relawan dalam kondisi normal, seperti sebelum disuntik vaksin.

" Selama ini tidak kami temukan hal-hal yang menakutkan, paling panas badan sedikit, demam sedikit yang dalam dua hari hilang," kata Kusnandi.

1 dari 5 halaman

15 Relawan Mundur

Kusnandi mengatakan dari 1.620 relawan, terdapat 15 orang yang mengundurkan diri dari uji klinis. Alasannya lebih karena masalah teknis seperti pindah kerja dan sakit yang bukan disebabkan oleh vaksin.

" Saya pikir sampai saat ini keamanannya masih bisa dipertanggungjawabkan," kata dia.

Usai disuntik, kata Kusnandi, semua relawan dalam pemantauan tim selama enam bulan. Dia juga menegaskan riset uji klinis tahap tiga tidak dijalankan secara terburu-buru.

 

2 dari 5 halaman

Uji Klinis Multicenter

Kusnandi pun menerangkan uji klinis vaksin ini bersifat multicenter. Selain Indonesia, vaksin yang sama juga diuji klinis di Brazil dan Turki.

Uji klinis di Bandung akan menjadi bahan Pemerintah untuk dibandingkan dengan hasil di negara lain. " Kalau sudah lulus tahap tiga, vaksin bisa diguakan dan diperjualbelikan," kata dia.

Sepanjang pengalamannya terlibat dalam berbagai riset uji klinis vaksin, Kusnandi menyebut uji klinis vaksin Sinovac tergolong aman. Dari sekian imunisasi, potensi munculnya reaksi berat usai imunisasi sangat kecil sekitar 0,1 sampai 1 kejadian per satu juta orang.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Disiplin Protokol Covid-19 di Lokasi Wisata Mengendur Saat Libur Panjang

Dream - Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci memutus rantai penularan Covid-19. Sayangnya, muncul tren penurunan dalam penerapan penggunaan masker dan jaga jarak di tempat wisata di masa libur panjang.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengatakan temuan ini didapat dari pemantauan terhadap 1.026.138 orang yang berkunjung ke 173.079 tempat wisata di 407 kabupaten dan kota di Indonesia. Periode pemantauan dijalankan pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

" Kalau kita lihat trennya saat libur panjang lebih sedikit turun dibandingkan hari-hari sebelumnya pada pekan berbeda," ujar Dewi dalam talk show virtual " Covid-19 Dalam Angka: Protokol Kesehatan di Tempat Wisata" .

 

4 dari 5 halaman

Persentase Kepatuhan Pakai Masker

Berdasarkan data yang dia terima, Dewi mengatakan pada Rabu, 28 Oktober 2020 persentase kepatuhan memakai masker di tempat wisata sebanyak 88,50 persen. Angka ini menurun dibandingkan hari yang sama pekan sebelumnya sebanyak 88,62 persen.

Sehari kemudian yaitu Kamis, 29 Oktober 2020, persentase kepatuhan turun dari 89,77 persen di pekan sebelumnya menjadi 87,73 persen. Di Jumat, 30 Oktober 2020, kepatuhan memakai masker di tempat wisata turun signifikan dari 88,82 persen ke 86,25 persen.

Pada Sabtu, 31 Oktober kembali terjadi penurunan persentase kepatuhan protokol kesehatan. Tercatat tingkat kepatuhan turun signifikan dari 89,09 persen menjadi 86,35 persen.

" Minggu turun dari 85,88 persen menjadi 85,06 persen," kata Dewi.

 

5 dari 5 halaman

Kepatuhan Jaga Jarak di Tempat Wisata

Penurunan tingkat kepatuhan jaga jarak juga terjadi dalam kurun waktu tersebut. Seperti pada 28 Oktober, tingkat kepatuhan jaga jarak hanya 83,35 persen dari hari yang sama pekan sebelumnya sebesar 84,32 persen.

Pada Kamis, 29 Oktober 2020 jadi 79,04 persen. Padahal, pekan sebelumnya sebanyak 84,70 persen.

" Jumat turun dari 82,57 persen menjadi 81,08 persen," kata Dewi.

Pada Sabtu, 31 Oktober terjadi penurunan cukup tajam menjadi 78,49 persen. Di pekan sebelumnya, tingkat kepatuhan jaga jarak tercatat 83,31 persen.

Sedangkan pada Minggu, 1 November, penurunan tingkat kepatuhan tercatat hampir tiga persen. Dari 80,12 persen pada pekan sebelumnya menjadi 77,80 persen.

" Jadi kemungkinannya orangnya banyak, berkumpul dalam satu waktu akhirnya kemampuan untuk menjaga jarak sulit," kata Dewi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar