Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Kementerian Agama akan menggelar seleksi petugas haji 1439 Hijriah/2018 Masehi. Untuk tahun ini, seleksi dilakukan secara online dan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
" Dengan menggunakan smartphone berbasis android, maka peserta langsung mengerjakan soal ujiannya di layar handphone masing-masing," kata Direktur Bina Haji Kemenag, Khoirizi, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu 23 Februari 2018.
Seleksi ini menjaring petugas kloter yang melayani jemaah maupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Menurut Khoirizi, sistem online dan dan berbasis CAT merupakan salah satu cara agar seleksi transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil CAT, peserta akan disaring lagi untuk mengukur pemahaman dan pengalaman sesuai bidang tugas yang dilamar melalui wawancara.
Khoirizi menuturkan, jumlah kloter tahun ini diperkirakan mencapai 511 kloter. Artinya, diperlukan 1.022 petugas yang menyertai jemaah dari unsur Kemenag, terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).
Selain itu, dibutuhkan 1.533 petugas dari unsur Kemenkes yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
Sementara, untuk petugas non kloter yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi, berjumlah 836 petugas. Jumlah ini terdiri dari 530 petugas dari unsur Kemenag dan istansi terkait, termasuk media, TNI dan Polri, serta 306 petugas dari unsur Kemenkes.
Seluruh petugas dibagi ke dalam tiga wilayah kerja yaitu Mekah, Jeddah, dan Madinah. " Kami perkirakan rekrutmen akan mulai dilakukan pada akhir Maret atau awal April."
" Rekrutmen akan dimulai berjenjang dari Kankemenag Kab/Kota dan internal instansi terkait," lanjut Khoirizi.
Untuk proses rekrutmen petugas haji non-kloter bidang kesehatan sedang dilakukan oleh tim Kemenkes. Saat ini proses sudah masuk tahap pendalaman kompetensi.
" Kami berharap seluruh petugas haji dari instansi terkait tahun ini termasuk dari dari kemenkes, TNI/POLRI, dan media, berada dalam satu kordinasi Ketua PPIH," ucap Khoirizi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang