Kasus Habib Rizieq dan RS Ummi Bogor, Polisi Periksa Bima Arya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 3 Desember 2020 14:30
Kasus Habib Rizieq dan RS Ummi Bogor, Polisi Periksa Bima Arya
Bima Arya dipanggil mengklarifikasi persoalan melibatkan RS Ummi dan Rizieq Shihab.

Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, memenuhi panggilan Polresta Bogor Kota untuk mengklarifikasi kasus RS Ummi dan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang dinilai tidak kooepratif dengan Satgas Covid-19.

Bimadatang ke Mapolresta Bogor Kota sekitar pukul 10.00 WIB, kamis 3 Desember 2020. Dia didampingi ajudan.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, menjelaskan, pemanggilan Bima karena orang nomor satu di Kota Bogor itu dan juga bertindak sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor pernah melaporkan terkait tidak transparansinya pihak RS Ummi mengenai hasil tes swab terhadap Rizieq.

" Saya juga kan bagian dari Satgas karena Forkopimda. Satgas ini bentukan negara, semua Forkopimda terlibat. Pak Wali, saya dan Dandim terlibat dalam penanggulangan wabah penyakit menular," kata Hendri.

1 dari 5 halaman

Terkait Pelanggaran Prokes

Hendri mengungkapkan, pemeriksaan masih fokus pada adanya dugaan tindakan menghalang-halangi tugas Satgas Covid-19. Termasuk prosedur rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan pasien Covid-19.

" Kami sudah periksa pihak keamanan dari RS Ummi juga," kata dia.

Sumber: merdeka.com

2 dari 5 halaman

Habib Rizieq Keluar RS Ummi, Bima Arya Malah Cabut Laporan Polisi

Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya, memastikan Satgas Covid-19 Kota Bogor akan mencabut laporan terhadap Rumah Sakit Ummi Bogor. Satgas Covid-19 Kota Bogor menghargai itikad baik rumah sakit yang merawat Habib Rizieq Shihab itu.

" Sore ini kami melihat dan sangat menghargai itikad baik RS Ummi. Kelemahan komunikasi termasuk SOP internal," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Minggu 29 November 2020.

Satgas Covid-19 Kota Bogor memang melaporkan RS Ummi karena tidak memberikan informasi tentang hasil swab test Habib Rizieq. RS Ummi Bogor dinilai menghalangi upaya pencegahan penularan Covid-19.

Namun, Satgas Covid-19 Kota Bogor tidak melanjutkan laporan itu. Selain dinilai ada itikad baik, sudah ada sanksi administratif berupa teguran untuk rumah sakit yang merawat Imam Besar Front Pembela Islam itu.

" Untuk itu, kami tidak akan melanjutkan aduan kepada kepolisian. Kami percaya RS Ummi punya itikad baik untuk melayani warga Kota Bogor dan seluruh pasien," jelas Bima.

3 dari 5 halaman

Hanya Menjalankan Tugas

Menurut Bima, keingintahuan Satgas Covid-19 Kota Bogor terkait swab Habib Rizieq semata-mata hanya untuk menjalankan tugas.

Sebab, banyak spekulasi dan asumsi yang berkembang terkait dengan hal tersebut. Bima Arya merasa harus memberi penjelasan.

" Saya ingin menyampaikan pada hari ini, hal ini tidak terkait dengan persoalan politik ataupun berbagai macam kepentingan yang tidak terkait dengan isu kesehatan," kata Bima.

" Saya juga menegaskan, ini domain, ranah Pemkot Bogor sepenuhnya. Tidak ada tekanan, intervensi manapun terkait langkah pemkot dan satgas. Tugas kami cuma satu, melindungi seluruh warga dan mengatasi penyebaran Covid-19 Kota Bogor. Ini komitmen bersama," lanjutnya.

4 dari 5 halaman

Berpedoman Pada Aturan dan Undang-Undang

Dalam melaksanakan tugasnya, Bima Arya sebagai ketua satgas berpedoman kepada Undang-Undang nomor 4 tahun 1984. Menurutnya, sesuai pedoman UU dan aturan itu, pihaknya melihat ada hal yang tidak jelas terkait proses dan prosedur penanganan Covid-19 di RS Ummi.

Bima juga menegaskan bahwa dia selalu menghormati privasi pasien.

" Saya Insya Allah selalu menghormati dan memuliakan ulama. Yang menjadi atensi kami lebih kepada proses dan pelaporan. Ini penting karena diatur semuanya di undang-undang. Dapat dibayangkan apabila, RS tidak berkoordinasi dengan satgas pemkot atau dinas kesehatan terkait dengan perkembangan pasien Covid-19. Selama ini sejak Maret, semua RS selalu berkoordinasi. Tetapi, identitas pasien tidak dibuka dan tidak diumumkan karena terikat kode etik kedokteran," kata Bima.

5 dari 5 halaman

RS UMMI Meminta Maaf

Sementara, Direktur RS Ummi, Andi Tatat, menjelaskan, pelaksanaan tes PCR terhadap Habib Rizieq melalui MER-C, bukan sengaja ditutupi oleh pihak rumah sakit.

" Tidak ada maksud dari kami untuk menutupi. Kami akui ada kelemahan dalam komunikasi, sehingga terkesan menghalang-halangi. Seharusnya, saat ini tim dokter pribadi melakukan tes. Sesuai kesepakatan antara saya dan pemkot harus disaksikan. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Satgas Covid-19 Kota Bogor," kata Andi.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar