Stres Hitung Surat Suara, Ketua KPPS di Malang Coba Bunuh Diri

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 21 April 2019 12:15
Stres Hitung Surat Suara, Ketua KPPS di Malang Coba Bunuh Diri
Ia mengaku kelelahan menghitung selisih suara.

Dream - Proses rekapitulasi perhitungan suara meningkatkan tekanan pikiran. Salah satu, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPSS) di Kota Malang berusaha menggelar percobaan bunuh diri.

SU diduga mengalami tekanan akibat rekap penghitungan surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) tak juga beres dan terus selisih.

Saat perhitungan terdapat surat suara antara 2 hingga 4 di hitungan DPD dan DPRD Kota Malang.

" Korban ditemukan keluarganya di kamar dalam kondisi terluka," kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, dilaporkan , Minggu, 21 April 2019.

Asfuri mengatakan, saat diinterogasi, SU mengaku mengalami kelelahan dan stres. Percobaan bunuh diri terjadi di rumah korban sekitar pukul 09.00 WIB.

SU menusukkan pisau ke perutnya hingga menyebabkan dua buah luka sayatan.

 

1 dari 4 halaman

Tidak Bisa Tidur Selama Tiga Hari

Korban harus menjalani perawatan dan mendapat jahitan di Rumah Sakit Panti Nirmala.

Menurut Talwia, istri SU, sang suami mengalami gelisah dan stres. SU mengatakan, mengalami tekanan karena tanggung jawab dan pekerjaan sebagai KPPS.

" Katanya tidak bisa tidur selama tiga atau empat hari," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Izin Rebahan Malam Sebelum Pencoblosan, Innalilahi Ketua KPPS Meninggal

Dream - AS yang merupakan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara 017 Tamansari, Jakarta Barat, meninggal dunia saat bertugas. Dia ditemukan tidak bernyawa di sebuah kantor dekat TPS-nya bertugas.

Kapolsek Tamansari, Ajun Komisaris Besar Ruli Indra Wijayanto, membenarkan kabar duka tersebut. Menurut dia, AS diduga meninggal karena sakit.

" Sebelumnya kalau menurut keterangan sudah punya sakit, mungkin kondisinya kecapekan, mungkin kondisinya punya sakit juga," ujar Ruli, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 18 April 2019.

Ruli mengatakan AS meninggal saat bertugas. Sebelumnya, AS sempat pamit ke rekan-rekannya untuk tidur sebentar di ruangan salah satu kantor pada Selasa malam, 16 April 2019.

" Nggak lama ditemukan tak bernyawa. Keluarga sudah suruh korban istirahat pada malam itu," kata Ruli.

Lebih lanjut, Ruli mengatakan pihak keluarga sudah menerima sebab meninggalnya AS. Jenasahnya juga sudah dimakamkan.

" Dari pihak keluarganya meninggalnya dianggap wajar, ya terus kemudian dari pihak keluarga membawa, mau dimakamkan, ya langsung diproses seperti itu," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Ronald)

3 dari 4 halaman

Innalillahi, Petugas TPS Meninggal Saat Pencoblosan

Dream - Di tengah pesta demokrasi lima tahunan, kabar duka datang. Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Deden Damanhuri, 46 tahun, dikabarkan meninggal dunia usai proses perhitungan suara.

" Jadi, setelah mengutarakan sumpah jabatan, yang bersangkutan mengeluh sakit," kata Komisioner KPUD Purwakarta, Ramlan Maulana, kepada , Rabu, 17 April 2019.

Berdasarkan laporan, kondisi kesehatan Deden mulai menurun saat pemungutan suara dimulai. Karena kondisinya yang terus menurun, Deden tidak bisa melanjutkan tugasnya.

Saat dibawa perjalanan menuju klinik, Deden mengembuskan napas terakhirnya. Setelah itu, jenazah Deden dibawa ke rumah duka.

" Kami mewakili KPU Purwakarta turut berduka. Semoga almarhum khusnul khotimah," ucap dia.

Ramlan mengatakan, proses pemungutan suara di TPS 03 Cipeundeuy tetap berlansung meski Deden tak ada. Tidak ada proses pemungutan suara yang terganggu.

" Pemungutan suara tetap berjalan normal. Untuk pengganti ketuanya, sudah ditunjuk salah satu dari enam anggota lainnya," kata dia.

4 dari 4 halaman

Pocong dan Valak Berkeliaran di TPS

Dream - Beragam cara unik dilakukan untuk menarik minat masyarakat hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Salah satunya dilakukan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, berikut ini.

Pada umumnya, TPS hanya menggunakan tenda, bilik suara, dan juga beberapa kursi. Tapi di TPS 073, Gunung Balong 1, Lebak Bulus, kita akan merasakan sensasi horor.

Pada pemungutan suara Rabu 17 April 2019 di TPS 073 ini, para panitia berdandan seperti hantu, misalnya saja mengenakan kostum pocong, hantu, bahkan hantu valak juga terlihat menjadi panitia.

 Merdeka.com/Arie Basuki

(Foto: Merdeka.com/Arie Basuki)

Tak hanya dandanan, dekorasi TPS pun dibuat seram dengan berbagai ornamen, salah satunya ada kuburan.

Meski terlihat menyeramkan, warga yang mencoblos di TPS ini rupanya terhibur dengan apa yang ditampilkan oleh panitia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone