Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
(Foto: Thestar.com.my)
Dream - Seorang pemuda rela memberikan sebagian hatinya untuk untuk mantan guru yang dulu pernah dibenci. Kisahnya pun viral!
Menurut The Star, pemuda bernama Chen Ze Rong itu telah memberikan kesempatan hidup untuk mantan gurunya dulu, Liang Feng Pin, dengan menyumbang 67 persen dari hatinya.
Liang adalah guru sains Chen di sekolah dasar Cina Kong Min di Kuantan, Malaysia. Semasa belajar mengajar dulu, Chen mengaku tidak menyukai Feng Pin karena galak.
" Ia membawa tongkatnya kemana-mana dan sering mendisiplinkan saya," kata Chen kepada media dan mengakui bahwa dirinya pernah membenci sang guru.
" Saya membenci dia karena memukul saya tetapi setelah saya meninggalkan sekolah, saya mulai menghargai mereka yang memperhatikan saya," tambah Chen.
Chen mengetahui kondisi Feng Pin yang parah pada bulan Juli dari putri guru tersebut, Krystal Teh, yang juga teman sekolahnya saat SD.

Delapan relawan sudah mencoba tes untuk melihat apakah mereka cocok menjadi donor Feng Pin, tetapi tak berhasil.
Chen kemudian menawarkan untuk menyumbangkan sebagian dari hatinya. Beruntung, ternyata Chen adalah donor yang cocok.
Meskipun sang ayah awalnya tidak setuju dengan keputusannya itu. Tetapi menjadi seseorang yang belajar kedokteran di China, ia mampu meyakinkan ayahnya dan menjelaskan kepadanya dengan sangat jelas apa yang akan terjadi.
" Saya mengatakan kepadanya bahwa saya mempelajari ini, saya tahu apa yang saya lakukan, dan itu akan baik-baik saja. Saya pikir saya berada di bidang medis untuk membantu meyakinkan dia," ungkap Chin.
Transplantasi berhasil diselesaikan di National University Hospital di Singapura pada 6 September 2018 lalu.

Usai transplantasi, Chen dikabarkan sempat menderita penyakit kuning. Tetapi ia kini dalam tahap pemulihan dan akan pulih kembali ke kondisi sehat dalam rentang waktu tiga bulan.
(ism, Sumber: thestar.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam