Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jokowi Saat Bertemu Para Supir Truk Di Istana Negara (Foto: Setkab)
Jokowi baru paham setelah mendapat penjelasan Wakapolri
Dream - Jokowi menyempatkan diri berbincang dengan para sopir truk di Istana Negara. Dalam kesempatan itu para sopir truk mengeluhkan masih banyaknya pungutan liar (pungli).
“Saya sudah dengar banyak dan saya kaget tadi, ternyata banyak sekali cap tadi. Saya juga enggak tahu cap itu apa, tadi diberitahu baru saya tahu, ooo… cap itu kayak gitu. Oke, itu didengarkan langsung oleh Pak Wakapolri akan saya perintahkan langsung untuk segera dioperasi,” kata Jokowi, diberitakan laman setkab.go.id, Selasa, 8 Mei 2018.
Jokowi mengatakan untuk menangani pungli dan premanisme perlu keseriusan polisi. Dia pun memerintahkan Kapolri dan Wakapolri menindaklanjuti fenomena ini.
"Yang seperti itu, pertama meresahkan, menyebabkan ketidaknyamanan. Yang kedua, menyebabkan biaya yang tinggi dalam transportasi kita. Ada cost-cost tambahan yang seharusnya tidak dan itu disarankan para supir truk," ujar dia.
Mengenai oknum aparat yang terlibat pungli, Jokowi memberika ancaman tegas. "Ya, disikat semuanya," ucap dia.
Lebih lanjut, Jokowi juga berharap Kementerian Perhubungan memberlakukan pengawasan ketat mengenai logistik dan tonase tranportasi darat.
"Saya kira ada sudah aturan semuanya. Ya mungkin perlu sosialisasi agar para supir mengerti mana yang boleh, mana yang enggak boleh," kata Jokowi.
(Beq)