Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

`Taj Mahal` dari Depok, Ikon Baru Penyangga Jakarta

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 24 Juni 2014 08:42
`Taj Mahal` dari Depok, Ikon Baru Penyangga Jakarta
Sebuah bangunan baru menyita perhatian para pebisnis dan publik baru. Bangunan bak Taj Mahal India ini meniti jalannya menjadi ikon baru kota Depok

Dream - Masjid Kubah Emas sudah lama menjadi ikon arsitektur muslim di kawasan Depok, Jawa Barat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penduduk di kawasan kota satelit Jakarta ini kembali disuguhi bangunan bergaya muslim di pusat kota

Saladdin Mansion, bangunan yang sekilas mirip Taj Mahal India kini mulai mencuri perhatian warga Depok. Terletak di wilayah Margonda, bangunan ini memadukan apartemen dan pusat perbelanjaan.

" Kami memang ingin membuat sesuatu yang beda. Kalau kebanyakan ruko minimalis, kami lebih suka membuat sesuatu yang berbeda," kata Promotion Manager Saladdin Mansion, Jeffrey Jie, dalam perbincangan dengan Dream.co.id.

Saladdin Mansion saat ini memang masih dalam tahap finalisasi pengerjaan. Mulai dibangun pada 2010, ikon baru Depok ini direncanakan selesai seluruh pada 2015.

Tampak dari jalan utama, Saladdin Mansion memang langsung memancing perhatian publik. Dereten kubah berwarna emas berdiri megah di areal seluas 1,5 hektare. Sebanyak 48 kubah emas dan 47 menara setinggi 25 meter mau tidak mau memang akan menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Kesan bangunan muslim memang mencolok dari penampilan komplek Saladdin ini. Namun pengembang sama sekali tak bermaksud menjadikan komplek ini sebagai kawasan bisnis syariah.

" Arsitektur yang kami inginkan ini tujuannya untuk keindahan, tak ada secara khusus meniru masjid atau cara arab tapi lebh ke arah arsitektur," jelas Jeffrey yang mengaku sengaja tak mengambil secara spesifik simbol-simbol Islam.

Nama Saladdin sendiri memang sengaja diambil dari nama salah satu pahlawan Islam dari Mesir, Salahuddin Al Ayubi. Dalam logat negara barat, namanya memang kerap disebut Saladdin.

Kebesaran nama Saladdin inilah yang menginspirasi pengembang untuk membuat sebuah arsitektur megah di pusat kota Depok. " Makanya kami kasih nama komplek The Great Saladdin Square," katanya.

Tak tanggung-tanggung, arsitek yang membangun komplek ini sendiri dirancang oleh si empunya. Malang melintang sebagai konseptor komplek perumahan seperti Legenda Wisata, Kota Wisata, sang arsitek memilih memulai bisnis sendiri.

Meski tahap pembangunan belum selesai, Saladdin sudah bisa menyedot perhatian para pebisnis. Kantor, restoran, butik kecantikan sudah menyewa salah satu toko di komplek Saladdin ini.

Proses pembangunannya pun masih terus berlangsung. Sebanyak 1.200 unit apartemen akan hadir di komplek ini. Untuk memenuhi kebutuhan penghuninya, pengembang akan membangunan 16 ruko khusus.

Besarnya antusiasme para pembeli, Jeffrey pun optimistis Saladdin Mansion akan membantu meningkatkan ekonomi wilayah Margonda dan Depok secara keseluruhan.

" Kalau lihat margonda sendiri, itu ibarat Sudirman Jakarta," katanya. (Ism)

Beri Komentar