Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Sejauh ini, vaksin Covid-19 di seluruh dunia baru tersedia dalam bentuk cair dan diberikan melalui injeksi atau suntikan. Bagi sebagian orang, bentuk ini cukup menakutkan.
Di masa mendatang, vaksin akan bertransformasi dalam bentuk inhaler, bahkan pil. Sehingga bisa diakses masyarakat secara lebih mudah.
Dikutip dari BBC, ahli kimia Ingemo Andersson dan timnya di Medicon Village, laboratorium terbesar di Swedia, berhasil mengembangkan bubuk vaksin dalam kemasan plastik inhaler. Ukurannya hanya setengah dari korek api.
Andersson dan timnya berharap produk kecil yang mereka hasilkan dapat membantu memerangi virus Covid-19 di masa mendatang. Ke depan, vaksin akan diproduksi Iconovo dan akan tersedia dengan harga terjangkau.
" Ini sangat mudah dan murah diproduksi," ujar Johan Waborg, CEO Iconovo yang merupakan produsen inhaler untuk asma.
" Cukup keluarkan sedikit plastik dan inhaler vaksin akan segera aktif," ucap Waborg melanjutkan.
Penggunaan vaksin ini juga sangat mudah, seperti memakai produk untuk mpenyakit asma. Pengguna cukup memasukkan alat ini ke mulut, lalu menyedot dan mengembuskannya.
Iconovo bekerja sama dengan start-up penelitian imunologi di Stockholm, ISR, telah mengembangkan vaksin bubuk kering untuk Covid-19. Vaksin ini diproduksi dengan protein seperti pada virus Covid-19, tidak seperti buatan Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca yang menggunakan RNA atau DNA dari protein tersebut.
Vaksin bubuk tersebut diklaim dapat bertahan pada suhu hingga 40 derajat Celcius. Produk ini sangat berbeda dengan vaksin yang sedang diedarkan sekarang, yang berbentuk cair dan sudah disetujui WHO.
Profesor imunologi di Karolinska Institute, Ola Winquist, mengatakan, bubuk vaksin ini juga berbeda dengan vaksin biasanya yang harus disimpan dalam botol kaca dengan suhu rendah hingga -70 derajat Celcius. Vaksin bubuk ini tidak perlu didinginkan sehingga mempermudah distribusi.
Meski demikian, vaksin bubuk ini masih dalam penelitian dan baru diuji klinis kepada tikus. Rencananya, dua bulan ke depan akan diuji kepada manusia.
ISR dan Iconovo telah mengumpulkan dana yang cukup untuk memulai studi pada manusia dalam dua bulan ke depan. Juru bicara perusahaan mengatakan vaksin bubuk potensial memudahkan distribusi, administrasi, dan kepatuhan masa depan.
Vaksin ini dapat membantu orang yang takut jarum suntik. Juga sangat efektif didistribusikan hingga ke daerah yang sulit dijangkau.
Juru Bicara Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, Ingrid Kromann, berharap vaksin tersebut bisa segera diproduksi. Sehingga krisis yang sedang terjadi segera pulih dan mencegah semakin banyak korban berjatuhan.
Kromann mengatakan pengembangan vaksin ini masih cukup jauh. Masih ada banyak tahapan yang dilalui, bahkan sebelum diproduksi secara massal.
" Tetapi, jika vaksin bubuk berhasil diluncurkan, itu akan menjadi suatu pencapaian yang berdampak besar," kata Kromann.
Kromann juga mengatakan vaksin bubuk dapat membantu menghemat sejumlah anggaran vaksin. Dengan demikian, anggaran bisa dialihkan untuk hal lain.
Laporan: Delfina Rahmadhani
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya