Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dokter Muda Di China Meninggal Karena Kelelahan Tangani Pasien Corona
Dream - Hampir semua negara di dunia melakukan pencegahan penyebaran virus corona ke wilayahnya. Indonesia yang selama ini diklaim aman dari virus Covid-19 itu sudah melaporkan adanya dua kasus pasien positif virus corona.
Jumlah kematian pasien terpapar virus corona memang relatif kecil. Namun hampir setiap hari muncul laporkan tentang korban meninggal dunia. Tak terkecuali petugas medis yang merawat para pasien yang terjangkit virus mematikan itu.
Para petugas medis ini tak semuanya meninggal karena tertular virus yang berawal di China itu. Waktu kerja berlebihan karena dipacu waktu dengan terus meningkatnya jumlah korban mengakibatkan kelelahan.
Insiden memilukan itulah yang menimpa seorang dokter muda berusia 36 tahun di Provinsi Henan, China. Dia meninggal akibat bekerja berlebihan.
Menurut The Shanghaiist, dokter yang diidentifikasi bernama Dr Yuan Yangyang itu meninggal dunia pada 28 Februari 2020 di sebuah rumah sakit di Kota Baofeng.
Pada saat Dr Yangyang meninggal, dia menjabat sebagai wakil kepala rumah sakit yang mengurusi masalah virus corona.
Dilaporkan bahwa Dr Yangyang meninggal akibat serangan jantung yang disebabkan karena bekerja secara berlebihan sehingga mengalami kelelahan.
Menurut salah seorang rekannya, Dr Yangyang bekerja selama lebih dari 39 hari tanpa istirahat secara berturut-turut.
Yang membuat kisah ini makin menyedihkan adalah Dr Yangyang masih muda. Dia meninggalkan dua orang anak yang masih kecil-kecil.
Kematian Dr Yangyang menjadi satu peringatan bagi mereka yang masih sehat. Hindari stres dan bekerja secara berlebihan agar tidak mengalami kelelahan yang mengakibatkan kematian mendadak.
Sumber: World of Buzz
Dream - Seorang dokter asal Wuhan, China, Peng Yinhua, meninggal dunia karena terinfeksi virus corona, Covid-19, pada 20 Februari 2020.
Dia rela menunda pernikahan, yang seharusnya digelar 1 Februaru lalu, demi maju ke garis depan untuk merawat para pasien terinfeksi Covid-19. Tapi, takdir berkata lain, Peng meninggal pada Kamis lalu.
Menurut laman World of Buzz, dokter yang bekerja di First People`s Hospital itu memulai perjuangan dengan berat. Dia tak bisa mengurusi pernikahan, bahkan tidak bisa menghabiskan waktu dengan tunangannya selama Tahun Baru Imlek.
Saat berjuang melawan Covid-19, Peng terinfeksi virus dan dirawat di rumah sakit pada 25 Januari 2020. Keadaannya memburuk tidak lama setelah itu, dan pada 1 Februari 2020, hari dia seharusnya menikah, dia dikirim ke unit perawatan intensif (ICU).

Peng Yinhua tak jadi menikah karena meninggal akibat virus corona (Foto: World of Buzz)
Peng meninggal dunia pada jam 9.50 malam waktu setempat. Banyak warganet China yang berduka atas kematiannya dan berharap tidak ada lagi pekerja medis yang terinfeksi Covid-19.
" Dia kuat dan optimis," kata seorang pasien di rumah sakit yang mengenalnya.
" Dia seharusnya memiliki masa depan dan kehidupan yang lebih baik. Saya benar-benar tidak ingin melihat dokter lain meninggal dunia," kata netizen lain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya