Temuan Mengejutkan, Ada Wanita Lain di Balik Lukisan Mona Lisa

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 10 Desember 2015 12:45
Temuan Mengejutkan, Ada Wanita Lain di Balik Lukisan Mona Lisa
Peneliti asal Prancis menemukan ada sosok lain di balik lukisan Mona Lisa. Temuan ini didapat setelah penelitian selama 10 tahun. Siapa sosok misterius itu?

Dream - Mona Lisa. Inilah salah satu karya seni paling misterius di muka Bumi. Selama berabad-abad para ilmuan meneliti lukisan karya Leonardo Da Vinci itu. Namun sejumlah misteri tetap saja merubung gambar yang tergantung di Museum Louvre, Paris, Prancis ini.

Berpuluh tahun para seniman dan peneliti seni mencari tahu siapa sebenarnya sosok yang dilukis Da Vinci itu. Tapi kemudian sebagian besar orang sepakat bahwa wanita pada lukisan itu adalah Lisa Gherardini del Giocondo, istri ke tiga dari pedagang sutera kaya raya dari Florence, Francesco del Giocondo.

Tak hanya perempuan dalam gambar Mona Lisa, senyum yang tersungging dari bibir sosok dalam lukisan itu juga mengundang berjuta tanya. Banyak yang menyebut senyum Mona Lisa bisa berubah-ubah. Berpuluh tahun pula para peneliti menguak rahasia ini. Sejumlah kesimpulan pun didapat, salah satunya menduga karena Da Vinci menggunakan teknik khusus dalam melukis.

Dan yang terbaru adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Prancis, Pascal Cotte. Setelah meneliti lukisan paling terkenal itu selama 10 tahun, dia mengaku mendapat temuan sangat mengejutkan. Cotte menyebut ada gambar lain di belakang (di dalam-red) lukisan Mona Lisa.

Dalam penelitian itu, Cotte menggunakan teknik pemindaian multispektral. Dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda untuk menembus cat, Cotte bersusah payah menunjukkan bahwa di balik Mona Lisa terdapat perempuan lain di dalam lukisan itu.

Studi Cotte mengklaim bahwa Da Vinci sebelumnya melukis sosok perempuan lain, yang diyakini sebagai sosok asli Mona Lisa.

“ Kita sekarang dapat menganalisis apa yang terjadi di dalam lapisan cat dan kita dapat mengupas lukisan itu seperti lapisan bawang. Kita dapat merekonstruksi semua kronologi pembuatan lukisan,” kata Cotte, dikutip Dream dari The Telegraph, Kamis 10 Desember 2015.

Dan setelah merekonstruksi gambar yang terlihat di permukaan, Cotte mengaku mendapat temuan mengejutkan itu, yang dia klaim bisa membuyarkan banyak mitos dan mengubah visi masyarakat seni pada karya Leonardo itu.

“ Ketika saya selesai merekonstruksi Lisa Gherardini, saya berada di depan potret dan dia benar-benar berbeda dengan Mona Lisa yang kita kenal hari ini. Ini bukan wanita yang sama,” tambah dia.

Menurut Cotte, sosok wanita yang berada di balik lukisan utama itu menghadap ke samping. Memiliki kepala dan hidung yang lebih besar, tangan lebih besar, dan yang paling penting memiliki bibir lebih kecil daripada sosok Mona Lisa pada gambar yang terlihat selama ini.

Terkait penemuan ini, Museun Louvre tak memberi banyak komentar. Mereka menyatakan Cotte bukanlah bagian dari tim ahli mereka. Dan temuan Cotte ini tidak serta merta diterima oleh peneliti seni lain. Banyak juga yang mempertanyakan temuan ini.

Bagaimanapun, lukisan Mona Lisa yang dibuat Leonardo Da Vinci antara tahun 1503 dan 1517 ini telah menyimpan beragam teka-teki. Sejumlah teori bermunculan untuk menguak misteri yang merubung lukisan ini.

1 dari 4 halaman

Misteri Senyum Mona Lisa Terkuak

Dream - Mona Lisa. Inilah salah satu karya seni yang banyak membetot perhatian dunia. Karya Leonardo da Vinci ini memiliki banyak teka-teki. Selain siapa sebenarnya sosok Mona Lisa, senyum dalam lukisan itu juga menyimpan misteri.

Ya, senyum Mona Lisa memang mengundang tanya. Jika diamati, senyum tipis pada lukisan yang tersimpan di Museum Louvre, Prancis, itu seolah berubah-ubah. Berbagai teori, interpretasi, dan bahkan perdebatan, telah dikemukakan. Namun senyum misterius itu tetap membuat banyak orang penasaran.

Kini, teori baru kembali muncul. Kini giliran para peneliti yang berasal dari Universitas Sheffied Hallam dan Sunderland. Teori bari ini diklaim bisa mengungkap misteri senyuman Mona Lisa dengan tuntas.

Dalam studi itu, para peneliti mempelajari lukisan La Bella Principessa, karya da Vinci sebelum Mona Lisa. Dalam lukisan yang dibuat akhir abad XV itu, para peneliti menemukan kecerdikan da Vinci untuk memikat orang melalui lukisan.

Menurut para peneliti, dengan teknik pencampuran warna yang andal, lukisan da Vinci telah memengaruhi visi periferal atau penglihatan tepi kita. Penglihatan periferal adalah penglihatan seseorang di sekeliling benda utama yang dilihat secara fokus.

Dengan teknik pencampuran warna itu, penglihatan kita seolah terkecoh. Bentuk mulut pada lukisan itu solah-olah berubah, sesuai dengan sudut pandang kita.

Teknik ini disebut sfumato, bisa dilihat pada lukisan Mona Lisa dan La Bella Principessa. Menurut para peneliti, pelukis lain berusaha menggunakan teknik ini pada beberapa lukisan, namun tak seahli da Vinci.

“ Senyum itu menghilang secepat orang yang melihat mencoba untuk ‘mengamatinya’, kami menyebut ilusi visual ini ‘senyum yang tak tertangkap’,” tulis Alessandro Soranzo dan Michelle Newberry, dari Sheffield Hallam University dalam makalah yang dimuat Jurnal Vision Research, sebagaimana dikutip Dream dari Daily Mail, Kamis 20 Agustus 2015.

Untuk memecahkan misteri bagaimana kerja ilusi yang dibuat oleh da Vinci itu, para peneliti mengetes sejumlah relawan untuk melihat lukisan dari kejauhan atau versi kabur. Orang-orang yang mengikuti tes itu sepakat bahwa Mona Lisa dan La Bella Principessa terlihat lebih bahagia bila dilihat dari jauh.

Para peneliti kemudian meminta relawan dalam studi itu melihat versi lukisan yang memiliki guratan hitam di atas mata, mulut, atau yang meliputi keduanya. Pengamatan mata dan mulut ini dimaksudkan agar para peneliti mengetahui apakah perubahan ekspresi itu terjadi pada keduanya atau hanya pada bagian mulut saja.

“ Mengingat penguasaan teknik da Vinci, dan penggunaannya dalam Mona Lisa, ini sangat bisa dibayangkan bahwa ambiguitas efeknya memang disengaja,” kata Soranzo.

La Bella Principessa diduga menggambarkan wanita berusia 13 tahun, Bianca Sforza, putri Ludovico Sforza, Duke of Milan, yang akan menikah dengan seorang komandan pasukan Milanese.

Tapi, dia mati beberapa bulan setelah pernikahan, setelah mengalami kehamilan ektopik, menambahkan ketajaman untuk ekspresinya dalam potret dirinya.

Soranzo menambahkan, da Vinci mungkin menerapkan teknik pencampuran warna dalam karyanya sejak 1483. Saat melukis ‘Virgin of the Rocks’.

Michael Pickard, peneliti dari University of Sunderland, turut menulis studi pada 2013 dengan tim yang sama. Dia mengatakan, da Vinci menyadari pergolakan batin pada gadis muda di ambang kewanitaan dan pernikahan.

“ Hal ini juga tidak sulit untuk percaya bahwa Leonardo akan melihat di bawah permukaan dan ingin menangkap esensi halus gadis itu, dengan menggunakan teknik itu dia akan dikenal sebagai master melalui Mona Lisa,” kata Pickard. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Kerangka Mona Lisa Ditemukan Tanpa Tengkorak

Dream - Lukisan Mona Lisa menjadi salah satu karya seni paling misterius di dunia. Membuat banyak orang, terutama pecinta seni, bingung. Selain sosok yang menjadi objek lukisan, senyum yang berubah-ubah pada gambar itu, telah memicu perdebatan.

Berbagai penelitian dilakukan. Baik untuk menguak senyum misterius Mona Lisa, maupun mencari di mana gerangan makam sosok perempuan yang diyakini seorang bangsawan perempuan bernama Lisa Gherardini del Giocondo tersebut.

Namun kini, misteri seputar Mona Lisa sedikit banyak `bakal terkuak`. Beberapa waktu lalu, para ilmuwan –untuk kesekian kalinya– mengeluarkan teori yang menjelaskan mengapa senyum Mona Lisa seolah berubah-ubah. [Baca di sini: Misteri Senyum Mona Lisa Terkuak]

Dan kini, para peneliti kembali mendapat temuan. Para ahli sejarah yakin telah menemukan kerangka Mona Lisa, yang terkubur di bawah altar di sebuah biara di Florence, Italia.

Mayoritas sejarawan sepakat bahwa sosok Mona Lisa pada lukisan yang tersimpan di Museum itu adalah Lisa Gherardini del Giocondo, istri ke tiga dari pedagang sutera kaya raya dari Florence, Francesco del Giocondo.

Penyelidikan yang dipimpin oleh detektif seni, Silvano Vinceti, menemukan beberapa kerangka bertumpuk di bawah biara itu. Uji karbon yang dilakukan pada tiga kerangka yang ditemukan di biara Sant’Orsola, Florence, tersebut diklaim cocok dengan masa kehidupan Mona Lisa, pada masa Renaissance.

Lisa Gherardini del Giocondo meninggal pada usia 63 tahun pada 1542, di mana kala itu dia sudah menjadi janda dan tinggal bersama sang putri, Marietta.

Para ilmuwan ini mendasarkan penelitian mereka di biara ini pada tulisan kehidupan Lisa Gherardini yang ditulis oleh sejarawan Italia, Giuseppe Pallanti, yang menemukan wasiat dari Francesco del Giocondo. Wasiat itu menyebut saudagar itu meminta anaknya, Marietta, untuk merawat istri tercintanya itu.

Dokumen lain yang dikenal sebagai “ Book of the Dead” yang ditemukan oleh Pallanti dalam arsip gereja menunjukkan bahwa Lisa tetap di sana sampai kematiannya pada 15 Juli 1542. Hanya wanita kaya seperti Gherardini, yang notabene bukan seorang biarawati, yang bisa dikubur di biara.

Silvano Vinceti yang memimpin Komite Nasional Peninggalan Sejarah, Budaya, dan Lingkungan mengatakan, kerangka itu “ sangat mirip” dengan Lisa Gherardini. Menurut dia, ada elemen yang sama pada hasil dari tes karbon-14, yang membuat mereka yakin telah menemukan makam Lisa.

“ Saya berbicara tentang analisis sejarah, antropologi, dan arkeologi, yang telah dilakukan dengan sangat ketat. Kemungkinan bahwa tulang itu miliknya [Lisa Gherardini] sangat tinggi,” tambah Vinceti.

Namun sayangnya, kata Vinceti, ada sedikit sisa-sisa kerangka itu dan tidak ada tengkorak, yang bisa dipakai merekonstruksi wajah misterius dari model lukisan itu.

Peneliti juga kesulitan membandingkan DNA kerangka itu dengan kedua putra Lisa Gherardini, Bartolomeo dan Piero, yang kerangkanya ditemukan di Gereja Santissima Annunziata.

“ Kerangka anak-anaknya yang ditemukan di Gereja Santissima Annunziata telah terlalu banyak terdegradasi oleh banjir Arno dan tidak mampu memberikan DNA yang cukup untuk kemungkinan tes perbandingan,” papar Vinceti.

Peneliti lainnya, Giorgio Gruppioni, yang juga Kepala Laboratorium Antropologi Forensik Universitas Bologna, mengatakan, “ Masalah terbesar kami adalah fakta di mana kerangka sangat terfragmentasi, sangat buruk.” Tugas yang rumit, kata dia, menentukan jenis kelamin dan usia saat kematian, serta analisis DNA.

Sementara menurut Vinceti, dalam beberapa tahun ke depan teknologi akan bisa mengkonfirmasi bahwa temuan itu adalah Mona Lisa, dengan menggunakan sumber-sumber baru DNA.

Apakah Anda yakin kerangka yang ditemukan itu benar-benar milik Mona Lisa? (Ism, Sumber:Daily Mail)

3 dari 4 halaman

Kode Rahasia dalam Lukisan Mona Lisa Benar-benar Ada

Dream - Mungkin tak ada yang lebih kontroversial dari lusinan karya pelukis terkenal Leonardo Da Vinci selain Mona Lisa. Selama berabad-abad, para investigator seni berusaha mengungkap simbol-simbol dalam lukisan ini.

Salah satunya adalah kode mikroskopis yang tersembunyi dalam mata Mona Lisa dan beberapa objek dalam lukisan Da Vinci itu.

Berusia lebih dari 500 tahun, karya Da Vinci ini telah dilihat langsung oleh sejumlah orang yang tak terhitung banyaknya.

Namun kode tersebut baru ditemukan setelah anggota Komite Nasional Italia untuk Warisan Budaya, mempelajari salinan lukisan Mona Lisa dalam resolusi tinggi yang diperbesar.

" Bagi mata telanjang, kode tersebut tidak terlihat. Tetapi dengan kaca pembesar mereka dapat dengan terlihat jelas," kata Silvano Vinceti, presiden Komite kepada The Telegraph, dikutipDream dari laman Daily Mail, Kamis 5 November 2015.

Meskipun sulit untuk membaca secara detail karena usia lukisan itu, kode tersembunyi di mata kiri Mona Lisa berisi huruf dan angka, seperti CE atau B. Sementara di mata kanan berisi huruf LV, yang kemungkinan adalah singkatan nama Leonardo Da Vinci.

Vinceti menambahkan, lengkungan jembatan di latar belakang berisi angka 72, tetapi itu juga bisa dibaca L dan 2.

" Ini luar biasa bahwa tidak ada yang melihat simbol-simbol ini sebelumnya. Dan dari penyelidikan awal yang kami telah lakukan, kami yakin itu bukan kesalahan dan diletakkan di sana oleh Da Vinci," kata Vinceti. (ism) 

4 dari 4 halaman

Terkuak! Kenapa Senyum Mona Lisa Bisa Berubah

Dream - Berjalan melalui Louvre Museum di Perancis, setiap wisatawan pasti akan berhenti di salah satu lukisan terkenal karya Leonard da Vinci, Mona Lisa.

Mengapa? Karena ada sesuatu yang menarik dari senyum lukisan wanita yang konon adalah seorang pengasuh itu. Sebagian menyebut senyum Mona Lisa mempunyai sebuah ilusi optis.

Ketika menatap Mona Lisa, awalnya ia tampak tersenyum. Tapi saat menggerakkan pandangan, ekspresinya berubah tidak terlihat bahagia lagi. Apakah Da Vinci sengaja membuat penampilan ambigu?

Ternyata ada penjelasannya. Saat pertama kali menatap ke kanvas lukisan legendaris itu kemungkinan besar yang dilihat adalah matanya.

Pada titik ini, penglihatan mata yang disebut fovea, yang berfungsi membedakan warna dan kesan kontras yang amat tajam, akan memproses citra mata Mona Lisa. Sementara penglihatan peripheral, yang tidak tajam, akan menangkap gambar bibirnya.

Karena tidak dapat membedakan citra secara detail, penglihatan peripheral menerima persepsi bayangan salah dari tulang pipi Mona Lisa sebagai senyuman.

Ketika kembali memandang pada bibir, fovea bekerja sehingga mendapatkan citra yang detail. Dan senyum Mona Lisa pun tiba-tiba lenyap.

(Sumber: Live Science)

Beri Komentar