Jejak Kaki Manusia Salju Raksasa Yeti Muncul di Himalaya?

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 3 Mei 2019 15:02
Jejak Kaki Manusia Salju Raksasa Yeti Muncul di Himalaya?
Benarkah jejak itu mengarahkan ke temuan Yeti?

Dream - Tentara India yang berjaga di pegunungan mengatakan telah menemukan jejak misterius di salju. Mereka beranggapan jejak itu berhubungan dengan Yeti, atau manusia salju yang mengerikan.

Dilaporkan Mirror, gambar klaim temuan itu diunggah melalui media sosial Twitter. Tentara India mengatakan melihat jejak kaki yang berukuran kira-kira 81 x 38 centimeter. Jejak kaki itu ditemukan di dekat Gunung Makalu, Nepal, 9 April 2019.

" Untuk pertama kalinya, Tim Ekspedisi Pegunungan Tentara India menemukan jejak kaki misterius mahluk mistis Yeti," tulis pernyataan itu.

Makalu terletak di perbatasan antara Nepal dan India. Gunung Makalu menjadi salah satu dari lima gunung tertinggi di dunia.

1 dari 3 halaman

Bukan Yeti?

 Jejak Yeti di pegunungan Himalaya (Foto: Indian Army)

Jejak Yeti di pegunungan Himalaya (Foto: Indian Army)

Daniel C. Taylor, penjelajah dan penulis buku mengenai misteri Yeti menyebut, jejak kaki tersebut kemungkinan besar merupakan jejak kaki beruang dalam jumlah banyak.

" Jika itu adalah jejak kaki seekor binatang, itu mungkin berukuran dinosaurus," kata Daniel.

Daniel menambahkan, pengukuran berulang dari jejak kaki diperlukan untuk memastikan asal usulnya.

Sosok Yeti masih menjadi misteri. Komunitas ilmiah menganggapnya sebagai legenda.

Yeti memang bagian dari cerita rakyat Nepal dan disebut tinggal di dataran tinggi Himalaya yang bersalju.

Tetapi, kisah Yeti telah memunculkan imajinasi para pendaki di Nepal sejak 1920.

2 dari 3 halaman

Kisah 60 Tahun Pencarian Makhluk Legenda `Yeti`, Hasilnya...

Dream - Ketika berusaha mencari rute baru ke Everest pada 1951, penjelajah Inggris, Eric Shepton menemukan jejak kaki aneh yang menyerupai hominoid. Jejak kaki tersebut ada di gletser Menlung, bagian barat Gunung Everest, di perbatasan Nepal dan Tibet.

Shepton tidak sendirian ketika menemukan jejak kaki yang tercetak di atas salju itu. 
Saat itu, dia bersama Michael Ward sedang mencari jalur alternatif menuju puncak tertinggi di dunia tersebut.

Merasa itu adalah temuan yang berharga, Shepton pun mengambil gambarnya. Sejak itulah cerita tentang Yeti yang dalam bahasa Sherpa berarti manusia liar, tersebar dan menjadi viral di seluruh dunia.

Jejak kaki yang ditemukan Shepton itu tampak seperti telapak kaki manusia, tapi dengan jempol yang besar.

  yeti

Ukuran dan bentuknya memang cukup besar, mirip seperti kaki primata raksasa. Tapi di satu sisi juga menyerupai kaki hominoid. Saat diukur, besar jejak kaki tersebut sekitar 33 sentimeter.

Gambar jejak kaki yang diambil Shepton itupun menginspirasi puluhan penjelajah lainnya untuk mencari keberadaan Yeti di Gunung Everest.

3 dari 3 halaman

Dedikasikan Hidup Demi Mencari Yeti

Dream - Salah satu penjelajah tersebut adalah Daniel Taylor. Dia mendedikasikan hidupnya untuk mencari keberadaan Yeti sejak masih kecil.

Dia pertama kali melihat foto jejak kaki Yeti pada tahun 1946, ketika kakeknya pergi ke India untuk mengambil alih kendali sebuah rumah sakit di Mussoorie.

Saat itu Taylor melihat foto jejak kaki ikonis itu di sebuah majalah.

Ketika berkunjung ke Museum Inggris, Taylor mengaku terkejut ketika kurator museum mengatakan jejak kaki aneh itu milik monyet langur.

Dia merasa jawaban kurator itu tidak masuk akal. Dia tahu monyet langur berjalan dengan melompat-lompat.

" Yang membuat jejak kaki misterius seperti manusia ini pasti hewan lain," katanya saaat diwawancarai oleh National Geographic.

Dia kemudian bertanya kepada ayah dan kakeknya tentang foto jejak kaki tersebut.  Mereka memberikan jawaban yang sama bahwa yang di majalah itu adalah jejak kaki Yeti.

" Saya kemudian bertanya apa itu Yeti. Mereka menjawab Yeti adalah manusia liar yang tinggal di gunung-gunung, dan itu adalah jejak kakinya," kenang Taylor.

Sejak itulah Taylor mulai tertarik untuk menemukan keberadaan Yeti di Pegunungan Himalaya.

Petualangan Taylor selama 60 tahun untuk mencari Yeti berakhir di Lembah Barun. Taylor mengaku telah menemukan apa sebenarnya Yeti itu.

Dia pun mengabadikan petualangan itu dalam sebuah buku yang dia beri judul Yeti: The Ecology of a Mystery.

  Yeti

Dalam bukunya, Taylor menceritakan bagaimana awalnya dia menemukan Yeti di Lembah Barun. Lembah Barun dipenuhi dengan hutan lebat yang diguyur hujan terus-menerus.

Karena itulah tidak ada yang mau tinggal di sana. Penduduk lokal hanya berani tinggal di pinggiran hutan-hutan Lembah Barun.

Taylor diberitahu Raja Nepal jika ingin pergi ke tempat yang paling liar di mana Yeti mungkin berada, maka dia harus pergi ke Lembah Barun.

" Jika seorang raja mengatakan seperti itu, maka Anda harus pergi karena dia lebih mengenal kerajaannya," kata Taylor.

Ketika sampai di sana, Taylor benar-benar menemukan jejak kaki seperti dalam foto Shetpon saat akan memasuki Lembah Barun.

" Saya melihat jejak kaki seperti sebelumnya tapi ini masih baru. Saya tidak ragu lagi telah menemukan Yeti," kata Taylor.

Tapi benarkah Taylor telah menemukan Yeti yang digambarkan menyeramkan dengan tubuh tinggi besar, bulu putih yang lebat, dan memiliki kekuatan yang dahsyat? (ism)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone