Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tentara Muslim Ukraina Sambut Bulan Suci Ramadhan Sambil Bela Negara (Foto: Indiatimes.com)
Dream - Perang Ukraina melawan Rusia terus memanas. Terbaru, yang menjadi sorotan adalah medan tempur di Bucha, kota pinggiran Kyiv. Laporan kematian dan kehancuran terus bermunculan di tengah pasukan Ukraina yang melawan serangan tentara Rusia.
Ada hal menarik dari tentara Ukraina yang bertugas. Sekelompok tentara Ukraina yang beragama Islam menjadi sorotan. Mereka tetap menjalankan ibadah di bulan Ramadan meski dalam kondisi perang.
Beberapa foto juga telah dibagikan di internet, yang menunjukkan tentara Muslim Ukraina melakukan sholat serta berbuka puasa pada hari pertama Ramadan yang dimulai pada Sabtu 2 April 2022.
Para tentara muslim ini berbuka puasa bersama hingga melakukan sholat berjamaah di tengah perjuangan mereka yang sedang melawan invasi Rusia.
Menurut laporan, Ukraina memiliki berbagai komunitas Muslim, termasuk imigran baru dari Kaukasus Utara dan Rusia tengah yang telah menetap di ibu kota Kyiv, Odesa (di Laut Hitam), Dnipro (di Ukraina timur), Lviv (dekat perbatasan Polandia) dan di tempat lain.

Muslim yang tinggal di Ukraina, termasuk para tentara ini, merupakan minoritas dengan hanya satu persen dari total populasi negara. Kebanyakan dari mereka dikatakan berasal dari garis keturunan Tatari dari wilayah laut hitam.
Meskipun jumlahnya sangat sedikit, muslim Ukraina selalu menjadi bagian dari pasukan keamanan. Ada beberapa muslim yang telah bermigrasi dari Rusia ke Ukraina.

Mengenai apa yang terjadi di Bucha, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang di Bucha.
“ Sudah waktunya untuk melakukan segala kemungkinan untuk menjadikan kejahatan perang militer Rusia sebagai manifestasi terakhir dari kejahatan semacam itu di Bumi,” katanya pada Minggu, 3 April 2022.

Meskipun Rusia membantah tuduhan ini, ada bukti yang sangat mendukung klaim yang dibuat oleh pihak berwenang Ukraina. Menurut laporan tersebut, ada satu mayat yang tangannya terikat oleh kain putih. Disebut, orang itu telah ditembak di mulut.
Sumber: indiatimes.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya