Sabtu, 24 Oktober 2026 Cari

Ribuan Imam Masjid di Saudi Dipecat, Diduga Ajaran Ekstrimis

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 9 Oktober 2017 13:00
Ribuan Imam Masjid di Saudi Dipecat, Diduga Ajaran Ekstrimis
Arab Saudi dan Rusia membangun kerja sama peningkatan anti-teror.

Dream - Kerajaan Arab Saudi memecat ribuan imam masjid karena diduga menyebarkan aliran ekstrim. Kabar itu disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir saat lawatan diplomatik di Moskow, Rusia, Minggu, 8 Oktober 2017.

"Kami tidak akan membiarkan siapapun menyebarkan ideologi kebencian, untuk membiayai ideologi atau terorisme semacam itu," kata Al-Jubeir kepada Arab News.

"Penyelesaian kami atas masalah ini sangat tegas: Kami memodernisasi sistem pendidikan untuk menghindari salah tafsir atas teks," ucap dia.

Saat ini, kata Al-Jubeir, Riyadh bekerja sama dengan Moskow untuk berperang melawan terorisme. Sebab, banyak militan dari Arab Saudi dan Rusia yang bergabung bersama Daesh, sebutan lain ISIS.

"Mereka menimbulkan ancaman bagi negara kami dan negara-negara lain, yang menjadi asal mereka. Jadi kami memiliki minat yang kuat untuk bekerja sama," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Al-Jubeir juga melempar tuduhan ke Qatar yang dianggap membiayai terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

"Kami yakin bahwa ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh semua negara: Katakan 'tidak' terhadap terorisme, pendanaan terorisme, ekstremisme dan propaganda kebencian, dan upaya untuk mengganggu urusan dalam negeri di negara-negara lain," kata dia melanjut "kami mengharapkan tuntutan yang harus dipenuhi Qatar."

Beri Komentar