BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi Ibu Hamil
Dream - Pada Juli lalu, sebuah unggahan di Facebook viral di Malaysia. Unggahan tersebut memuat informasi mengenai seorang wanita terinfeksi Covid-19 yang terpaksa melahirkan sendirian di rumah sakit di Johor tanpa bantuan tenaga medis.
Harian Utusan melaporkan wanita tersebut membuat unggahan Facebook pada 31 Juli, mengklaim harus melahirkan sendirian di ruang isolasi khusus untuk ibu hamil setelah dinyatakan positif Covid-19. Dia mengaku staf rumah sakit tidak menanggapi panggilannya untuk membantu persalinan.
Departemen Kesehatan Negara Bagian Johor (JKNJ) akhirnya membuka penyelidikan atas kasus ini. Pada 1 September, Direktur Kesehatan JKNJ, Aman menyatakan masalah ini akan diselidiki lebih lanjut dan akan mengambil tindakan jika diperlukan.
Dalam keterangannya, Aman menyatakan pasien tersebut berusia 36 tahun. Wanita itu sedang hamil anak keempat dengan usia kandungan 39 minggu.
" Pasien tiba di ruang pemeriksaan pukul 05.33 tanggal 23 Juli karena mengalami tanda-tanda awal persalinan. Dia kontak dekat dengan suaminya yang positif Covid-19," kata Aman.
Menurut Aman, pasien tersebut diperiksa oleh petugas medis dan diketahui masih dalam tahap awal kelahiran. Wanita itu masuk ke ruang isolasi pukul 10.18 sambil menunggu hasil tes Covid-19.
Setelah hasil tes keluar dan menyatakan positif Covid-19, pasien ditempatkan di ruang bersalin dengan pintu kamar tertutup. Ruangan itu cukup jauh dari ruang perawat.
Petugas medis dan perawat memakai APD (Alat Pelindung Diri) dan memeriksa pasien pukul 16.26. Kemudian, seorang spesialis membuat keputusan untuk menjalankan proses persalinan melalui operasi caesar.
Saat itu, pembukaan wanita tersebut hanya melebar 4 cm dan mengalami kontraksi yang tidak teratur. Dia kemudian dipersiapkan untuk operasi dan ditempatkan di ruang isolasi tertutup.
Namun, proses kelahiran mulai terjadi secara tidak terduga. Enam jam lebih awal dari waktu perkiraan, bayi yang dikandung wanita itu lahir.
" Pasien melahirkan sendirian dan bayi ditemukan di tempat tidur pasien. Proses pemakaian APD membutuhkan waktu sebelum staf yang bertugas dapat membantu pasien," kata pernyataan itu.
Wanita itu juga mengklaim mendengar orang-orang tertawa di dekatnya. Tetapi Aman mengatakan mungkin tawa itu berasal dari ruang bersalin lain yang melakukan prosedur kelahiran 'vakum'.
Pada 2 September kemarin, JKNJ telah mengkonfirmasi bahwa tuduhan wanita melahirkan seorang diri itu benar, dikutip dari World of Buzz
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
