Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wajan Raksasa (Foto: Merdeka.com)
Dream - Beredar video penemuan benda unik berukuran raksasa mirip wajan di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Penemuan ini membuat warga sekitar beramai-ramai datang ke lokasi untuk melihat secara langsung.
Benda itu ditemukan saat sebuah eskavator tengah melakukan pemerataan tanah untuk membuat lapangan pada Selasa, 31 Agustus 2021. Ukuran benda mirip wajan itu terlihat cukup besar.
Dilansir dari akun Twitter @upil_jaran67, benda asing diperkiran memiliki diameter 2,5 meter yang ditemukan di kedalaman sekitar 3 meter ternyata bukanlah sebuah wajan penggorengan, melainkan landasan pompa air dibuat oleh Belanda.
" Telah ditemukan benda mirip wajan raksasa di Dusun Pugeran, Jabidan, Banguntapan, Bantul, saat eskavator melakukan pemerataan tanah untuk membuat lapangan," tulis keterangan unggahan.

Setelah ditemukan, benda raksasa mirip wajan itupun lantas menarik perhatian masyarakat yang penasaran. Seorang penyewa tanah kas desa, Supradi, 57 tahun, menyebut benda tersebut sebagai kompan.
" Kalau dari cerita simbah dulu, baik keluarga simbah anak-anak cucu sudah tahu kalau di sini namanya kompan. Kenapa kompan? Sejarahnya dulu pada saat Belanda itu (wajan raksasa) jadi tempat pompa untuk mengalirkan air dari sini ke barat," kata Supardi dikutip dari borobudurnews.com, Jumat 3 September 2021.
Selain itu, lanjutnya, pada tahun 1980 pihak desa sempat akan mengaktifkan pompa itu dengan mengambil air dari Sungai Opak untuk air irigasi. Sayang, irigasi tidak bisa merata dan pengaktifan pompa diberhentikan.
Oleh sebab itu, peninggalan Belanda jadi terbengkalai dan dianggap berbahaya jika dibiarkan. Maka warga setempat memilih untuk mengubur kompan tersebut.
" Akhirnya saat itu diuruk karena untuk jalan kaki orang. Jadi bukan wajan untuk masak tapi landasan pompa," imbuhnya.
Menurut Dukuh Kretek, Riyan Hidayat. 28 tahun, menjelaskan pihak cagar budaya sempat mengecek ke lokasi. Disebutkan benda tersebut bukan merupakan benda purbakala.
" Dari cagar budaya mengatakan kalau itu (wajan raksasa) bukan benda purbakala tapi memang benda sejarah peninggalan Belanda," ujarnya.
iki video ne pic.twitter.com/onod08umq8
— edotense (@akuwans)September 1, 2021
Dream - Sebuah bunker kuno ditemukan di bawah tanah, tepatnya di bawah Stasiun Bogor Kota. Bunker tersebut diperkirakan dibangun di era kolonial Belanda.
" Ditemukan semacam bunker ternyata, ukurannya nyaris bisa berdiri orang di situ," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Bunker tersebut ditemukan di tengah penelusuran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terhadap terowongan kuno yang ditemukan sebelumnya. Posisi terowongan tepatnya di Kecamatan Bogor Tengah.
Terkait bunker, Bima tidak memberikan keterangan rinci mengenai luas dan bentuknya. Pihaknya akan terus melakukan penggalian untuk meneliti peninggalan pemerintah kolonial tersebut.
" Kita akan gali terus dengan melibatkan orang profesional, yang sudah biasa menggali terowongan atau go9a, bukan penggali biasa," kata Bima.
Ada kejadian aneh ketika proses penggalian terowongan tersebut. Menurut Bima, enam orang petugas PUPR tiba-tiba sakit ketika membersihkan dan menggali terowongan kuno itu.
" Saya sudah minta cek ke dokter karena apa, apakah kurang oksigen atau ada hal lain," kata dia.
Proses eskavasi akan segera dijalankan oleh Pemkot Bogor. Untuk tahap ini, Bima melibatkan tim peneliti cagar budaya serta sejarawan.
" Saya sudah minta kerja sama karena di dalam itu ada semacam bunker. Kita akan fokus dulu ke situ," ucap dia.
Proses penemuan bunker ini diawali dengan temuan terowongan kuno pada Jumat, 27 Agustus 2021. Terowongan tersebut berbentuk lorong yang diduga menjadi saluran air.
Dari sketsa sementara, terowongan tersebut membentang di antara Jalan Nyi Raja Permas hingga Jalan Mayor Oking. Susunan bangunan membentuk huruf U yang mengelilingi Stasiun Bogor Kota.
Sedangkan posisi terowongan tersebut terletak di kedalaman 3 meter dari permukaan tanah. Bima meyakini terowongan tersebut adalah saluran air.
" Cuma saluran itu enggak ada air karena di atasnya ada saluran air yang kita bangun. Cuma memang banyak sedimen, kalau sedimen dibersihkan bisa berdiri tegak," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya