Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Robert Buchel, Pria Dengan Berat Badan Mencapai 381 Kg Meninggal (thesun.co.uk)
Dream - Badan pria asal Forked River, New Jersey, Amerika Serikat, Robert Buchel, menggelembung. Dia meninggal saat menjalani prosedur penurunan berat badan.
Buchel mengalami obesitas akut, dengan berat badan mencapai 381 kilogram. Saking besarnya, kulit bagian perutnya sampai tergelar. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Tak mau menderita, Buchel memutuskan menjalani prosedur penurunan berat badan. Lima bulan sebelum meninggal karena serangan jantung, dia berhasil menurunkan berat badannya 152 kilogram.
Pada bulan pertama, Buchel berhasil menurunkan berat badannya sebesar 50 kilogram. Dia pun sempat membagi kisahnya dalam reality show My 600lb Life dan terkena serangan jantung saat syuting acara tersebut pada 15 November tahun lalu.
© Dream
Buchel dan tunangannya, Kathryn Lemanski, pindah ke Houston, Texas. Dengan begitu, dia bisa dipantau langsung oleh ahli bedah bariatric, dokter Younan Nowzaradan.
Buchel sempat terjatuh ke lantai sebelum menjalani prosedur penurunan berat badan. Dia terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Dokter pun menyatakan Buchel harus menurunkan berat badannya. Buchel juga sempat menjalani operasi pengangkatan jaringan lympedhema di sisi kanannya.
Lympedhema adalah jaringan getah bening. Jaringan ini tidak bekerja sempurna akibat tertimbun lemak terlalu banyak.
© Dream
Meski berat badannya sempat turun usai operasi, Buchel merasakan tekanan sehingga memerlukan lebih banyak obat penghilang rasa sakit. Hal ini ternyata membuat Buchel kecanduan.
Doker Nowzaraden pun menyapihnya dengan sejumlah obat. Tetapi, Buchel justru merasa tubuhnya semakin sakit, bahkan untuk bergerak.
Dia memutuskan untuk berhenti berjalan dan terus berbaring di tempat tidur. Dia sampai merobek jahitan bekas operasi demi menghisap obat penghilang rasa sakit yang sudah mengalir di darahnya.
© Dream
Hal ini membuat Kathryn frustasi. " Ini seperti sebuah saklar yang terbalik. Dia menjadi jahat usai menjalani operasi karena tidak mendapatkan obat," kata Kathryn.
Buchel sempat dikirim kembali ke tempat rehabilitasi, namun dia tetap menolak berjalan atau menjalani latihan. Beberapa pekan kemudian, dia mengalami serangan jantung.
" Dia berkata kepada saya, 'Saya tidak berpikir akan menjalani ini sepanjang malam. Saya cinta kamu dan selalu begitu'," kata Kathryn.
(Sumber: thesun.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya