Terkepung Kabut Asap, Santri dan TNI Sholat Istisqa

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 16 Oktober 2019 14:00
Terkepung Kabut Asap, Santri dan TNI Sholat Istisqa
Provinsi Sumatera Selatan jadi satu-satu provinsi di Pulau Sumatera yang belum alami hujan.

Dream - Kepungan asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, membuat warga resah. Warga pun menggelar sholat Istisqa untuk meminta hujan dengan harapan memadamkan kebakaran lahan dan hutan yang menjadi biang kerok kabut asap.

Sholat Istisqa digelar di lapangan olahraga Pesantren Aulia Cendikia, Talang Jambe, Palembang, Selasa 15 Oktober 2019. Pesertanya berasal dari para santri dan anggota TNI Korem 044/Garuda Dempo.

Sholat digelar di tengah-tengah kepungan kabut asap yang tebal. Akibatnya, terlihat para santri dan anggota TNI yang menggunakan masker saat sholat Istisqa digelar.

Dilaporkan Liputan6.com, Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo) Kolonel Arhanud Sonny Septiono, sholat Istisqa digelar karena area Sumatera Selatan sudah 15 hari tidak lagi turun hujan.

" Sholat Istisqa ini (digelar) dengan harapan bisa turun hujan di Sumsel, terutama di kawasan yang banyak titik api dan kabut asap. Pukul 08.00 WIB hari ini juga, seluruh jajaran Kodim dan Koramil Garuda Dempo melaksanakan salat Istisqa," kata Sonny.

1 dari 5 halaman

Belum Diguyur Hujan

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sumsel diperkirakan akan diguyur hujan pada 15 hari ke depan atau pekan pertama pada November 2019.

Dari seluruh daerah di Pulau Sumatera, hanya Provinsi Sumsel saja yang belum diguyur hujan. Sedangkan daerah lain di Pulau Sumatera sudah dibasahi air hujan sejak beberapa hari lalu.

" Jika diberitakan Pulau Sumatera sudah turun hujan, memang benar. Tapi hanya Sumsel yang satu-satunya belum diguyur hujan, makanya kita gelar sholat Istisqa ini," ucapnya.

Sumber: Liputan6.com/Nefri Inge

2 dari 5 halaman

Anak PAUD dan TK di Jambi Libur 4 Hari karena Kabut Asap

Dream - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi meliburkan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak, karena kabut asap yang melanda Jambi dan sekitarnya. Kebijakan untuk sekolah swasta dan negeri itu didasarkan pada data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi.

Juru Bicara Pemkot Jambi, Abu Bakar, mengatakan kebijakan itu didasarkan pada maklumat Wali Kota Jambi nomor 180/179/HKU/2019 mengenai antisipasi dampak kabut asap.

Pemkot Jambi meliburkan siswa PAUD dan TK selama empat hari, sejak 15 hingga 18 Oktober 2019.

Sementara, untuk siswa SD dan SMP negeri dan swasta sederajat akan tetap masuk sekolah pada 15 hingga 16 Oktober 2019. Tapi, jam masuk sekolah diundur menjadi pukul 08.30 Wib. Seperti diberitakan .

Selain itu kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya di luar sekolah, untuk sementara waktu ditiadakan.

" Sebagai pencegahan dini dampak kabut asap maka kepada siswa, guru dan karyawan Tata Usaha (TU) sekolah diimbau menggunakan masker selama perjalanan dan beraktifitas di sekolah," kata Abu Bakar, dilaporkan Antara.

Selama kabut asap menyelimuti kota itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data terbaru AQMS/ DLHD Kota Jambi, yang dirilis Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Humas Pemerintah Kota Jambi melalui saluran-saluran komunikasi, seperti sambungan telepon, pesan singkat Whatsapp, media sosial maupun media massa.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Henny Rachma Sari)

3 dari 5 halaman

Kabut Asap, Semua Tingkatan Sekolah di Jambi Libur

Dream - Kabut asap akibat kebakaran hutan masih menyelimuti Provinsi Jambi. Akibat kondisi ini, aktivitas sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA di Jambi kembali diliburkan.

Pemerintah Provinsi Jambi satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Jambi diliburkan pada Jumat dan Sabtu, 20 hingga 21 September 2019.

Dilaporkan Liputan6.com, pemerintah provinsi juga mengimbau agar masyarakat tak membakar sampah atau kegiatan serupa yang memperburuk kondisi udara.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi meliburkan sekolah di tingkat pendidikan dini, TK, SD, dan SMP, sederajat, baik negeri maupun swasta. Imbauan libur dimulai hari ini, 20 September 2019, hingga esok hari.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambri, kualitas udara mengalami fluktuasi.

Data AQMS menunjukkan, kualitas udara parameter PM2.5 pada 16 hingga 19 September pada pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB terdapat konsentrasi bahaya senilai 382.

Meski siswa diliburkan, kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan lainnya tetap masuk kerja seperti biasa. Guru diminta memberikan tugas kepada siswanya agar siswa tetap belajar di rumah masing-masing.

Selain itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data realtime AQMS yang dirilis DLHD Kota Jambi, Dinas Pendidikan Kota Jambi, dan Humas Pemerintah Kota Jambi.

4 dari 5 halaman

Dampak Kabut Asap, Rencana Balap F1 Singapura Disusun Ulang

Dream - Gelaran balap jet darat, Formula 1 (F1), yang bakal dihelat di Singapura, 20 hingga 22 September 2019, terancam karena kabut asap. Penyelenggara Grand Prix Singapura, sedang menyiapkan rencana darurat jika kabut asap dari Indonesia terus memburuk.

" Rencana itu dirumuskan dan disempurnakan dengan pemegang saham, badan pemerintah dan komunitas Formula Satu," demikian pernyataan penyelenggara F1, Marina Bay Organizer, kepada Fi.com, Rabu 18 September 2019.

Kabut asap akan menyebabkan jarak pandang di arena balap tertanggu. Selain itu kondisi kesehatan juga menjadi faktor lain yang disorot.

" GP Singapura akan bekerja sama dengan agen terkait sebelum membuat keputusan kolektif apa pun terkait peristiwa tersebut," kata penyelenggara.

5 dari 5 halaman

Akibat Kabut Asap Indonesia

Saat ini, penyelenggara balapan F1 Singapura terus mencermati tingkat racun kabut asap yang menyelimuti kota itu dalam sepekan terakhir.

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan pembakaran lahan di Indonesia menyebar ke sejumlah negara jiran, termasuk Singapura.

Badan Lingkungan Nasional Singapura telah mengumumkan kondisi asap di negara itu. Lembaga itu menyatakan, kabut asap menyebar karena pertemuan angin di wilayah Sumatera.

" Kondisi agak kabur diperkirakan akan berlanjut dan angin yang berlaku diperkirakan akan bertiup dari tenggara atau selatan," ujar pernyataan itu.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie