Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proses Pembangunan Rumah Sakit D China (YouTube/ CGTN)
Dream - Di tengah sorotan dunia karena wabah virus Corona di Wuhan, China menunjukkan gebrakan yang membuat semua mata terbelalak. Negeri Tirai Bambu itu membangun dua rumah sakit berkapasitas 2.300 tempat tidur untuk pasien terinfeksi virus Corona.
Tak main-main, yang membuat banyak orang heran, kedua rumah sakit itu ditarget kelar hanya dalam tempo sepuluh hari. Rencananya, kedua rumah sakit tersebut sudah beroperasi mulai minggu depan.
Cuplikan video drone pembangunan rumah sakit itu sungguh kolosal. Proses ground breaking memang disiarkan langsung oleh televisi China, CCTV. Menurut laman South China Morning Post, tayangan live streaming dari lokasi pembangunan rumah sakit itu ditonton 18 juta pemirsa.
Dalam tayangan itu terlihat buldoser bertebaran di tanah lapang, bak jangkrik merayap di persawahan.
Mereka menggali tanah untuk menancapkan pondasi. Truk-truk berparade, mengangkut kabel baja, semen, bahan bangunan, dan generator. Para pekerja juga berjuang keras sepanjang waktu untuk mengejar deadline.
Menurut Quartz, Rumah Sakit Huoshenshan, yang dibangun sejak 24 Januari lalu tersebut, dijadwalkan beroperasi pada 3 Februari mendatang. Rumah sakit di tepi kota Wuhan itu dibangun di atas lahan seluas 269.000 kaki persegi dan punya kapasitas 1.000 tempat tidur.
Sementara, Rumah Sakit Leishenshan dibangun di atas tanah seluas 323.000 kaki persegi dan berkapasitas 1.300 tempat tidur. Rencananya, rumah sakit ini dibuka dua hari setelah Rumah Sakit Huoshenshan.
Namun, pembangunan dua rumah sakit ini memunculkan sejumlah tanya. Di antaranya, bagaimana China bisa mendirikan kedua rumah sakit itu dalam waktu singkat?
Arsitek terkemuka yang bergelut di bidang pembangunan fasilitas kesehatan, Scott Rawlings, mengatakan bahwa yang sedang dibangun oleh China bukanlah rumah sakit permanen, melainkan rumah sakit darurat untuk menangani infeksi massal.
" Saya ragu untuk menyebut rumah sakit yang didirikan hari ini di Wuhan sebagai rumah sakit permanen, dan tentu saja ini bukan fasilitas layanan lengkap," kata Rawling, dikutip dari Quartz.
Rawling menambahkan, rumah sakit yang mereka rancang selalu diproyeksikan bertahan minimal 75 tahun ke depan.

Dalam masa itu, rumah sakit dipastikan aman digunakan. Namun, dia menyebut rumah sakit yang sedang dibangun China tidak diciptakan dengan pertimbangan itu.
" China tidak memiliki kemewahan dalam merancang rumah sakit baru di Wuhan," tambah Rawling. Dia menambahkan, rumah sakit seperti di Wuhan aman digunakan meski tidak akan bertahan lama.
Menurut CEO EIR Healthcare --sebuah perusahaan perancang pusat-pusat kesehatan, Grant Geiger, juga menyoroti rumah sakit yang dibangun oleh China tersebut.
" Apa yang berbeda dari bangunan-bangunan ini adalah mereka terutama dirancang menggunakan struktur baja kotak, yang memungkinkan ditumpuk satu sama lain," kata Geiger, dikutip dari Fox News.
Geiger memang tidak terlibat langsung dengan proyek di Wuhan tersebut. Namun perusahaannya fokus pada pembangunan 'rumah sakit pintar' dengan waktu singkat dan anggaran yang cekak.
Dia membandingkan struktur kedua rumah sakit di Wuhan itu dengan peti-peti kemas, atau kontainer yang dimodifikasi. Geiger menyebut rumah sakit di Wuhan itu dibangun hanya sebagai respons darurat dan tidak dibangun sesuai aturan bangunan konvensional.
" Rumah sakit rawat inap tradisional mungkin membutuhkan waktu dua tahun lebih untuk membangunnya karena ada perlindungan negara bagian dan pemerintah lokal, seperti hukum zonasi, kode persyaratan, dan lain-lain," kata Geiger.
Namun, " Dalam situasi tanggap darurat, menyediakan perawatan klinis adalah yang terpenting," tambah dia.
Dalam kondisi darurat, seperti di Wuhan, kata Geiger, semua bahan bangunan sudah dipersiapkan sebelumnya sehingga tingal dipasang. Dalam program darurat, rumah sakit dibangun dari bagian-bagian yang sudah disiapkan dan bisa langsung digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan.
" Semuanya sudah dirancang dan direkayasa agar cocok saat dirangkai bersama," ujar Geiger.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya