Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bagi yang sering pergi ke pusat perbelanjaan pasti tidak asing dengan permainan pencapit boneka.
Namun bukannya memberikan kemudahan pada pemain, mesin pencapit boneka itu sering menimbulkan frustasi karena sulit untuk mendapatkan satu buah boneka. Bahkan yang kecil sekalipun.
Meski kadang boneka yang diincar sudah terjepit, tetapi tiba-tiba lepas begitu akan masuk ke lubang untuk mengambil boneka yang biasanya terletak di bagian pojok.
Ternyata, permainan ini tidak seluruhnya membutuhkan keahlian apalagi ketangkasan seperti yang diiklankan.
" Bermain di mesin pencapit boneka hanya membutuhkan keberuntungan," kata Phil Edward, seorang penulis di Vox.com, situs berita online Amerika Serikat. " Karena mesin-mesin tersebut telah diatur (dicurangi, red)."
Edward telah membuat sebuah video untuk memberikan penjelasan bagaimana mesin-mesin pencapit boneka di pusat-pusat perbelanjaan telah dicurangi oleh operator untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Dalam video, Edward menjelaskan bahwa kekuatan pencapit di mesin tersebut bisa diatur sedemikian rupa saat mencengkeram atau menjepit boneka. Hal itu bahkan sudah diterangkan dalam buku manual dari mesin-mesin pencapit tersebut, tambah Edward.
" Kekuatan pencapit akan ditentukan dari banyaknya uang yang telah masuk ke dalam mesin permainan," katanya.
Sebagai contoh, jika harga sebuah boneka sebesar US$ 7 atau Rp 98 ribu, maka harga untuk satu kali permainan yakni US$ 0,5 atau Rp 7 ribu. Artinya pemain harus bermain lebih banyak hingga operator mendapat keuntungan 50 persen. Atau pencapit hanya memberi satu kali kesempatan untuk menang dari setiap 21 kali percobaan.
Selain itu, mesin juga berusaha membuat pemain agar selalu berpikir hampir menang. Caranya, mesin akan menjatuhkan boneka ketika mendekati lubang untuk mengambil boneka. Dengan demikian, pemain akan terus membeli koin dan dibuat penasaran karena tidak berhasil mendapatkan boneka incaran.
Namun situs The Vending Times mengatakan penjelasan Vox.com tidak lengkap karena tidak mengungkapkan elemen ketangkasan yang sebenarnya ada pada permainan pencapit boneka.
" Beberapa tahun belakangan para pemimpin industri hiburan telah mengeluarkan kebijakan yang ketat, mendorong operator untuk mengoperasikan mesin permainan dan menjalankan program berhadiah sesuai dengan hukum.
" Dan semakin banyak negara yang memantau permainan berhadiah tersebut," tambah The Vending Times.
(Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya