Terkuak! Israel Ternyata Sudah Tahu Paris Akan Diteror

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 16 November 2015 19:30
Terkuak! Israel Ternyata Sudah Tahu Paris Akan Diteror
Beberapa jam sebelum aksi itu terjadi, Israel memberi informasi rahasia.

Dream - Prancis mendapat bantuan dari agen mata-mata Israel, dalam mengungkap kasus teror di Paris. Aksi teror penembakan dan bom bunuh diri pada Jumat malam pekan kemarin menewaskan lebih dari 129 orang dan 99 lainnya kritis. 

Salah satu radio Israel menduga, bantuan itu berupa data intelijen tentang kelompok militan di Suriah dan Irak. Israel tidak memiliki peringatan awal tentang teror Paris yang menewaskan sedikitnya 129 orang.

Tetapi beberapa jam sebelum itu terjadi, Israel memberi Perancis informasi tentang beberapa anggota militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mengklaim akan melakukan itu, kata Channel Two, stasiun televisi terkenal di Israel, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya.

Tanpa memberikan rincian, Channel Two mengatakan intelijen Israel melihat " dengan jelas adanya keterkaitan operasional" antara serangan di Paris, bom bunuh diri di Beirut pada hari Kamis dan jatuhnya sebuah pesawat Rusia di Sinai, Mesir pada 31 Oktober.

Agen mata-mata Israel yang sedang memantau Suriah dan Irak --di mana kelompok teroris ISIS telah berhasil menaklukkan sebagian wilayah tersebut-- mungkin memiliki data intelijen tentang rencana serangan Paris, kata Radio Tentara Israel.

Para pejabat Israel yang dihubungi Reuters tidak bersedia komentar, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan sudah menginstruksikan pasukan keamanan dan intelijen Israel untuk membantu rekan-rekan di Perancis dan negara-negara Eropa lainnya dengan cara apapun.

Seorang diplomat Barat mengatakan tahun lalu, Israel memberikan informasi kepada koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam memerangi ISIS, yang diperoleh dari database perjalanan internasional warga negara Barat yang diduga bergabung dengan kelompok militan itu. (Ism)

1 dari 5 halaman

Mengenal Sang 'Bomber' Teror Paris

Dream - Salah satu pelaku bom bunuh diri pada serangan teroris di Paris yang menewaskan sedikitnya 129 orang ada diduga adalah Omar Ismail Mostefai. Hal diketahui melalui identifikasi sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian.

Sidik jari itu berasal dari potongan jarinya yang ditemukan di Bataclan, Paris yang menjadi salah satu tempat para teroris melakukan aksi brutalnya.

Pria berusia 29 tahun itu adalah salah satu dari tiga orang yang meledakkan dirinya dan menewaskan 89 laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Lahir pada 21 November 1985, di pinggiran kota Paris, Courcouronnes, catatan kriminal Mostefai memperlihatkan dia telah melakukan delapan aksi kejahatan kecil antara 2004 dan 2010.

Meskipun ia tidak pernah menghabiskan waktu di penjara, jaksa Paris Francois Molins mengatakan Mostefai merupakan target tingkat tinggi program radikalisasi para teroris pada 2010.

Tapi sebelum Jumat berdarah itu, Mostefai tidak pernah terlibat dalam penyelidikan atau dikaitkan dengan teroris. Penyidik kini menyelidiki klaim yang menyebutkan dia pergi ke Suriah tahun lalu dan mungkin telah bergabung dengan kelompok teroris ISIS di sana.

Ayah Mostefai dan seorang saudaranya yang berusia 34 tahun ditangkap pada Sabtu malam, dan rumah mereka digeledah.

" Itu (perbuatan Mostefai) hal yang gila, sungguh gila," kata saudara Mostefai kepada kantor berita Perancis AFP sebelum dibawa ke mobil tahanan. " Kemarin aku berada di Paris dan aku melihat bagaimana peristiwa mengerikan itu terjadi," katanya.

Dia bersama dengan dua saudara perempuannya menyerahkan diri ke polisi setelah mengetahui Mostefai terlibat dalam serangan teror di Paris.

Meski sudah tidak berhubungan lagi dengan Mostefai beberapa tahun yang lalu, dia tidak bisa membayangkan saudaranya itu bisa begitu radikal.

" Terakhir kali saya tahu, dia pergi ke Aljazair dengan keluarganya," katanya. " Sejak itu, saya tidak pernah mendengar kabar tentang dia. Saya juga sudah menghubungi Ibu, tapi beliau sepertinya tidak tahu apa-apa."

Seorang sumber yang tak ingin identitasnya diungkapkan mengatakan Mostefai sering menghadiri pengajian di sebuah masjid di Luce, sebuah kota kecil dekat Chartres, barat daya Paris.

(Sumber: Mirror.co.uk)

2 dari 5 halaman

Pura-pura Mati

Dream - Seorang gadis Afrika Selatan mengisahkan pengalaman horor yang dia alami saat ratusan penonton konser di Bataclan, Paris menjadi korban aksi penembakan oleh teroris pada hari Jumat malam pekan kemarin.

Isobel Bowdery, 22, mengunggah status di Facebook untuk menggambarkan peristiwa mengerikan itu disertai dengan foto t-shirt berlumuran darah yang dikenakannya ke konser.

Lulusan Cape Town University itu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang membantunya menyelamatkan diri pada malam yang mengerikan tersebut.

Seperti diketahui, Paris diguncang serangan teror dari delapan pelaku bom bunuh diri pada Jumat malam yang menyebabkan korban jiwa tidak sedikit.

Menurut data terakhir yang dilansir DailyMail, rangkaian serangan teror terkoordinasi di Paris itu telah menyebabkan total 129 orang tewas, 352 terluka dan 99 dalam kondisi kritis.

Isobel dalam pengakuannya di Facebook mengisahkan, awalnya ia mengira orang-orang bersenjata yang dilihatnya adalah bagian pertunjukkan kelompok musik Eagles of Death Metal.

Dia baru menyadari mereka adalah teroris setelah melepaskan tembakan 'membabibuta' ke arah penonton yang langsung berlarian tak tentu arah untuk menyelamatkan diri. Dalam insiden tersebut, sebanyak 80 orang tewas.

" Puluhan orang ditembak tepat di depanku. Kolam darah langsung membanjiri lantai. Teriakan histeris penonton pria yang memeluk pacar mereka yang sudah menjadi mayat memenuhi tempat konser yang kecil itu," tulisnya.

Isobel juga mengisahkan bagaimana dia menyerahkan nasibnya ketika berbaring di genangan darah orang dengan peluru mendesing di atas kepalanya.

" Sambil berbaring di genangan darah korban dan menunggu peluru mengakhiri hidupku yang hanya 22 tahun, aku membayangkan setiap wajah yang pernah aku cintai dan berbisik 'Aku mencintaimu'" , katanya.

Dia kemudian menghadapi penderitaan selama 45 menit lepas dari pacarnya, yang ia percaya sudah meninggal.

3 dari 5 halaman

Heboh, Tentara Wanita Israel Ingin Jadi Wanita Palestina

Dream - Seorang tentara wanita Israel membuat heboh netizen di dunia maya. Pemicunya, wanita yang tak disebutkan namanya itu menyatakan ingin menjadi wanita Palestina.

Bukan itu saja yang mengejutkan. Yang lebih menghebohkan lagi adalah alasan mengapa Ia ingin menjadi wanita Palestina.

" Saya bermimpi andai saja saya diciptakan sebagai seorang Palestina maka saya akan menjadi kekasih atau istri, atau saudara dari pemuda-pemuda hebat itu. Saat itulah saya benar-benar merasa sebagai seorang wanita di antara para laki-laki. Bukan seperti saat ini. Meskipun saya berada di antara para tentara laki-laki Israel, tapi saya merasa betina di antara para betina. Tidak ada di antara mereka yang benar laki-laki,"  tulisnya seperti dikutip fanpage Nazareth.

Tidak dijelaskan secara detail siapa nama tentara wanita Israel itu dan kapan ia mengeluarkan pernyataan tersebut. Namun pernyataan yang diunggahnya tak ayal menggegerkan media sosial.

Ada netizen yang langsung mengaitkan pernyataan tentara wanita Israel itu dengan peristiwa agresi militer Israel ke Gaza pada Juli 2014 lalu.

Kala itu, ketika tentara Israel disiapkan untuk melakukan serangan darat melawan pasukan Hamas. Dilaporkan bahwa para tentara Israel tidak berani keluar dari tank dan kendaraan berlapis baja. Sebagai solusinya, mereka memakai semacam celana khusus agar tidak perlu keluar saat buang air.

4 dari 5 halaman

`Israel Persulit Nelayan Gaza, Allah Kirim 100 Hiu`

Dream - Hanya dua kilometer dari selatan kota Khan Younis di pantai Jalur Gaza, nelayan Fouad Amoudi melihat gerakan aneh berupa gelombang air laut berwarna putih yang ternyata adalah sekawanan hiu yang tengah lewat.

" Saya segera memanggil beberapa teman dan bergegas untuk menangkap rejeki berharga yang dikirim Allah," kata Amoudi kepada Xinhua dengan senyum lebar di wajahnya dikutip Dream.co.id, Senin 20 April 2015

Menurutnya, bukan pekerjaan mudah untuk menangkap sejumlah besar hiu tersebut.

Amoudi dan lima nelayan lainnya mengambil perahu dan jaring tradisional mereka dan berlayar sejauh dua kilometer ke laut, untuk menangkap hiu sebanyak-banyaknya.

Saking banyaknya, Amoudi dan rekan-rekannya terpaksa memanggil puluhan nelayan lainnya untuk membantu mereka.

Beberapa lama kemudian, Amoudi dan rekan-rekannya berhasil menangkap sampai 100 ekor hiu, yang masing-masing beratnya berkisar antara 50 sampai 100 kilogram.

" Meskipun kami tidak memiliki kapal ikan besar dan kekurangan alat, kami akhirnya berhasil menangkap sejumlah besar hiu," kata Amoudi.

" Israel telah menutup jalur laut, tapi Allah mengirimkan rezeki kepada kami untuk anak-anak kami."

Israel memberlakukan blokade baik di udara dan darat di Jalur Gaza setelah Hamas menguasai Jalur Gaza yang miskin sejak tahun 2007. Tentara Israel mengobarkan perang sebanyak tiga kali di wilayah tersebut pada tahun 2009, 2012 dan 2014.

Sebelum Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di daerah Jalur Gaza pada musim panas tahun lalu, warga diperbolehkan menangkap ikan di laut dengan luas enam mil. Namun saat perang berlangsung, luas tangkapan semakin dikurangi menjadi hanya tiga mil.

Setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir dicapai pada tahun 2014, Israel mengembalikan daerah penangkapan ikan menjadi enam mil lagi.

" Meski sudah gencatan senjata dan membiarkan kami melaut seluas enam mil seperti sebelumnya, angkatan laut Israel tidak pernah berhenti mengejar kapal kami. Mereka menembaki kami hingga banyak nelayan yang tewas atau terluka. Kadang-kadang mereka juga menangkap dan merusak kapal kami," keluh Amoudi.

Tidak hanya Amoudi, tetapi juga 3.000 nelayan di sepanjang garis pantai Jalur Gaza berharap Israel menghentikan serangan terhadap nelayan dan memperluas daerah penangkapan sampai 20 mil seperti dulu sebelum pecahnya Intifada kedua pada akhir September 2000.

" Kami berharap pendudukan Israel ini akan berakhir suatu hari dan semua nelayan bisa melaut dengan wilayah yang lebih luas dan juga bisa menyelam," kata Mahmoud, seorang nelayan teman Amoudi.

Dia menambahkan ratusan hiu yang berhasil dia tangkap bersama rekan-rekan yang lain bisa memenuhi kebutuhan makan ratusan keluarga.

Penangkapan ratusan ikan hiu tersebut menghebohkan Jalur Gaza. Nizar Ayyash, Ketua Serikat Nelayan Jalur Gaza mengatakan, fenomena ratusan ikan hiu berada di perairan pantai Jalur Gaza adalah peristiwa alami biasa.

" Ini adalah kondisi yang normal. Setiap tahun, mulai akhir Maret hingga awal April, hiu dan banyak ikan lainnya datang untuk kawin dekat pantai, dan kemudian saat musim berakhir mereka akan menghilang dari pantai Gaza," kata Ayyash. (Ism)

5 dari 5 halaman

Berbaring dengan Mayat, Wanita Ini Peluk Mantan yang Sekarat

Dream - Seorang wanita Amerika yang terluka dalam serangan teror di Paris menggambarkan bagaimana perjuangannya menyelamatkan diri.

Helen Wilson, 49, tidak menyangka kepindahannya ke Paris untuk menjalankan perusahaan katering berakhir dengan kejadian pilu. Dia ditembaki kelompok yang diduga ISIS di dalam gedung teater Bataclan di mana lebih dari 80 orang tewas.

Wilson yang tidak punya pilihan untuk bertahan hidup hanya memilih pura-pura mati saat kakinya terkena tembakan. Tidak hanya itu, dia juga harus menyaksikan pria yang pernah dicintainya meregang nyawa karena luka tembak parah saat insiden tersebut.

Kepada The Telegraph, perempuan asal Los Angeles menceritakan kisah memilukan yang dialaminya itu. Awalnya dia tak berniat menonton konser grup band Eagles of Death Metal dari California.

Namun mantan kekasihnya dari Inggris, Nick Alexander, 36, mengajaknya pergi menonton konser yang digelar di gedung teater Bataclan itu.

Mereka pun bertemu di gedung teater. Namun sekitar jam 9:45 malam, para teroris menyerbu masuk dan langsung memuntahkan peluru dengan membabi buta.

" Mereka kemudian membunuh satu per satu penonton yang terlihat masih hidup. Tidak hanya itu, mereka juga menembak mereka yang mencoba lari keluar," katanya.

Karena itu, Wilson dan Alexander langsung berbaring di lantai dan berpura-pura mati di antara pengunjung yang sudah jadi mayat. Namun, seseorang dekat mereka bergerak sehingga menarik perhatian salah seorang teroris yang langsung menembaknya.

Sayang, tembakan itu juga mengenai Alexander yang terbaring di depannya dan sebutir peluru juga menebus paha Wilson.

" Ia di belakangku, aku tak dapat melihat situasi dengan jelas. Aku hanya mencoba untuk terus menjaganya tetap sadar. Tapi, ia tidak bisa bernafas lagi," ungkapnya pada Daily Mail.

" Aku memeluknya dan mengatakan bahwa aku mencintainya. Dia adalah cinta dalam hidupku."

Wilson terus berbaring di lantai sambil memeluk Alexander sampai polisi menyerbu gedung tak lama setelah tengah malam dan membawanya pergi.

Wilson sempat berharap Alexander selamat setelah dibawa ke rumah sakit. Tapi dia diberitahu mantan kekasihnya itu adalah salah satu korban tewas dalam kejadian tersebut.

Juga dipastikan tewas adalah Nohemi Gonzalez, seorang mahasiswi 23 tahun dari Cal State University yang belajar di perguruan tinggi Strate Paris jurusan desain, sebagai bagian dari tugas akhir tahun di luar negeri.

Diduga Gonzalez ditembak mati saat sedang makan di salah satu restoran yang diserang teroris.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar