Terkuak, Mengapa Banyak Jemaah Haji Hilang di Masjidil Haram

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 1 Maret 2016 06:40
Terkuak, Mengapa Banyak Jemaah Haji Hilang di Masjidil Haram
Mereka tersesat dengan beragam sebab. Mulai usia yang sudah uzur, mengalami kendala bahasa, hingga terpisah dari rombongan.

Dream - Banyak jemaah haji maupun umrah yang tersesat di Masjidil Haram. Mereka tersesat dengan beragam sebab. Mulai usia yang sudah uzur, mengalami kendala bahasa, hingga terpisah dari rombongan.

Biasanya, jemaah tersesat karena sepuluh sebab. Dari sepuluh sebab itu, yang paling sering adalah kendala komunikasi. Jemaah biasanya berbicara dalam bahasa ibu mereka.

Kendala komunikasi benar-benar menjadi masalah. Mereka tak bisa berkomunikasi dengan petugas di Masjidil Haram. Apalagi mereka juga tak tahu tentang tempat-tempat di sana, bahkan tempatnya menginap atau pemondokan.

“ Anda juga perlu melihat usia serta latar sosial dan budaya jemaah,” tutur pengawas haji asal Turki, Ahmad Halabi, sebagaimana dikutip Dream dari laman Saudi Gazette, Senin 29 Februari 2016.

Tak hanya itu, jemaah tang tersesat sering kali disebabkan mereka pulang dengan melalui jalur lain, bukan jalur di mana mereka datang. Mereka tak mampu menginat nomor pintu tempat mereka masuk, untuk keluar setelah ibadah.

“ Masjidil Haram sangat besar dan jalanan di sekitarnya membingungkan. Beberapa jemaah memaksa meninggalkan hotel mereka sendirian dan menolak tinggal bersama kelompok. Ketika itulah banyak yang tersesat,” tutur Halabi.

“ Beberapa jemaah menolak mengenakan tanda pengenal, yang meliputi nama dan lokasi mereka,” tambah dia.

Berikut 10 sebab mengapa banyak jemaah haji dan umrah yang tersesat:

1. Usia sudah tua
2. Kendala bahasa
3. Tak memahami peta
4. Tak mengetahui nama dan tempat akomodasi
5. Tidak mengetahui nama kantor urusan jemaah
6. Tak memahami nama jalan dan lingkungan
7. Tak memerhatikan tanda-tanda di sekitarnya
8. Meninggalkan kelompok
9. Menghilangkan tanda pengenal
10. Masuk ke Masjidil Haram dari satu pintu dan keluar dari pintu lain.

Beri Komentar