Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Slankers Yang Menggelandang Dipulangkan Dinsos DKI Jakarta (Foto: Istimewa)
Dream - Sebanyak 23 remaja penggemar grup band Slank, biasa dikenal Slankers, dipulangkan ke kota asalnya, asal Cirebon, Jawa Barat, karena menggelandang di Jakarta. Para Slankers itu diketahui datang ke ibukota usai menyaksikan konser Ulang Tahun ke-34 Slank di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Desember 2017.
Kepala Seksi Pemulihan dan Reintegrasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Nur Shobah mengatakan puluhan Slankers yang terlantar itu datang ke konser Slank tanpa membawa bekal dan uang akomodasi.
" Mereka datang dengan bondo nekat alias tidak membawa uang cukup dengan naik truk alias BM (menumpang). Mereka juga masuk ke konsernya Slank tidak membeli tiket,
mereka masuk bersamaan dengan menjebol gerbang masuknya," kata Shobah, Kamis, 28 Desember 2017.
Shobah mengatakan puluhan Slankers itu menggelandang karena tak punya ongkos pulang ke kampung halamannya. Usai diberikan imbauan, puluhan Slankers yang menggelandang itu dipulangkan dengan bus umum jurusan Jakarta-Cirebon, siang ini.
" Dinas sosial berkewajiban memulangkan orang terlantar ke daerah asalnya dan memang sudah dianggarkan APBD Dinas Sosial," ujar Shobah.
Para Slankers asal Cirebon itu dipulangkan dengan syarat harus membawa surat terlantar dari kepolisian. " Tapi jangan karena hal ini jadi nekat datang ke Jakarta juga, karena (Ibu Kota) banyak risikonya," kata Shobah.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya