Negara Ini Bikin Sayembara Rp961 Juta Buat Buru Mata-mata

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 12 April 2017 19:02
Negara Ini Bikin Sayembara Rp961 Juta Buat Buru Mata-mata
Mengapa penangkap mata-mata dibayar mahal?

Dream – Pemerintah Tiongkok menawarkan uang tunai 500 ribu yuan, setara Rp961,49 juta, untuk siapa pun yang bisa menangkap mata-mata asing. Sayembara itu disiarkan langsung melalui saluran televisi.

Pemerintah negeri Tirai Bambu itu juga menyediakan saluran telepon khusus. Masyarakat bisa melapor melalui sambungan telepon itu jika mencurigai adanya informan rahasia asing.

Selain itu, pemerintah Tiongkok juga mengingatkan rakyatnya untuk lebih waspada ketika menjalin hubungan cinta dengan orang asing. Dikhawatirkan pasangan mereka ternyata adalah agen pencuri rahasia negara.

Sejumlah langkah diambil saat Beijing mendapat laporan terhadap risiko keselamatan dalam negeri serta munculnya “ kekuatan jahat” asing yang mencoba mencampuri isu politik domestik.

“ Upaya menendang agen mata-mata harus melibatkan semua masyarakat demi membangun pertahanan ‘tembok besi’ dan perisai untuk menghadapi penyusupan pengintip asing,” tulis surat kabar Beijing Morning Post.

Harian tersebut menulis sekelompok orang rela menjual rahasia negara kepada mata-mata hanya untuk kepentingan pribadi.

Seperti sejumlah negara lainnya, Tiongkok mengutamakan kestabilan politik. Pada 2015 mereka memberitakan Undang-Undang Keselamatan Nasional, namun dikecam oleh aktivis hak asasi manusia karena regulasi itu mudah untuk dieksploitasi.

Tiongkok juga mengenakan hukuman penjara dengan masa kurungan lama bagi rakyat yang menjadi kaki tangan pihak asing. Hukumannya meningkat menjadi hukuman mati jika kesalahannya sangat serius.(Sah)

Beri Komentar