TNI AL Nyatakan Operasi Pengangkatan KRI Nanggala-402 Berakhir, Hasilnya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 3 Juni 2021 16:00
TNI AL Nyatakan Operasi Pengangkatan KRI Nanggala-402 Berakhir, Hasilnya?
Tidak ada lagi upaya penyelamatan KRI Nanggala-402.

Dream - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyatakan operasi pengangkatan sisa-sisa badan KRI Nanggala-402 berakhir. Kapal selam tersebut tenggelam pada 21 April 2021, menyebabkan 53 prajurit meninggal dunia.

" Penyelamatan sudah selesai," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Julius Widjojono, dikutip dari BBC.

KRI Nanggala dinyatakan hilang usai meminta izin penyelaman saat latihan peluncuran torpedo di Laut Bali. Beberapa hari kemudian, kapal selam berusia 40 tahun tersebut ditemukan dengan badan terbelah menjadi tiga bagian.

Upaya penyelamatan dijalankan TNI AL dibantu militer dari sejumlah negara meliputi China, Singapura, dan Amerika Serikat. Badan KRI Nanggala berhasil terdeteksi sinyal dari Kapal Militer China.

1 dari 5 halaman

Kerja Sama TNI AL dan AL China

TNI AL kemudian bekerja sama dengan AL China untuk mengangkat badan kapal. AL China mengerahkan sejumlah kapal sepert PLA Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PLA Navy Ocean Salvage and Rescue Yong Xing Dao-863, dan Scientific Salvage Tan Suo 2.

Sayangnya, upaya pengangkatan badan kapal dari kedalaman 800 meter bawah permukaan air mengalami kegagalan. Saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan.

Tim gabungan TNI AL dan AL China melakukan penyelaman 20 kali untuk mengumpulkan foto, video dari badan kapal yang tenggelam. Tidak satupun dari 53 jenazah awak KRI Nanggala yang diangkat.

2 dari 5 halaman

Kondisi Kawah Misterius, Tempat Tenggelamnya KRI Nanggala-402

Dream - Badan KRI Nanggala-402 berhasil ditemukan oleh tiga kapal militer China, Yong Xing Dao-863, Nan Tuo-195, Tan Suo-2, bersama enam kapal selam Indonesia. Sayangnya, badan KRI Nanggala-402 belum dapat diangkat.

Dari hasil operasi gabungan tersebut didapati KRI Nanggala-402 berada di dalam kawah misterius di bawah laut. Diduga, badan kapal tertutup lumpur sehingga menyulitkan evakuasi.

" Di kawah yang berdiameter 38 meter dengan kedalaman kurang lebih 10-15 meter, itu pun belum bisa masuk ke dalamnya," ujar Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksda Iwan Isnurwanto, dikutip dari Merdeka.com.

Iwan mengatakan apa yang ada dalam kawah tersebut belum bisa diketahui. Dia belum bisa memberikan gambaran mengenai kondisi kawah karena tim belum dapat melakukan survei ke titik tersebut.

" Belum tahu apa yang ada di kawah tersebut, secara pasti belum dapat digambarkan. Kami hanya memperkirakan saja, saat ini mungkin posisinya berada di kawah tersebut," ucap dia.

 

3 dari 5 halaman

Medan Penuh Lumpur

Secara umum, kata Iwan, kondisi medan di kawah didominasi lumpur. Saking tebalnya, sonar belum dapat mendeteksi keberadaan logam.

" Kita sampai sekarang belum tahu dan juga kami sampaikan ini adalah lumpur," kata dia.

Selanjutnya, Iwan mengatakan terdapat sejumlah tonjolan di kawah tersebut. Diduga tonjolan tersebut merupakan bagian dari KRI Nanggala-402.

" Di lumpur ada tonjolan-tonjolan ini, bisa mungkin dia (badan kapal) tertimbun oleh ini lumpur badan tekannya, tapi saat ini pun menggunakan sonar belum bisa mendeteksi logam," kata dia. (mut)

4 dari 5 halaman

Bagian Kapal Selam KRI Nanggala-402 Ditemukan Dekat Kawah Misterius Bawah Laut

Dream - Sejumlah temuan baru didapatkan selama operasi pencarian dan investigasi tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali. Atas bantuan kapal China, bagian dari bodi kapal selam tersebut berhasil ditemukan.

" Ini adalah perkembangan dari investigasi bersama bantuan kapal China, Tan Suo Er Hao," ujar Panglima Komando Armada II, Laksda Iwan Isnurwanto, dikutip dari Merdeka.com.

Iwan mengatakan kapal China tersebut melakukan survei bawah laut hingga kedalaman 800 meter. Hasil survei yang didapat hampir sama dengan data pemetaan oleh KRI Rigel.

" Kami temukan hal yang tak jauh beda dengan KRI Rigel, ditemukan semacam kawah dengan kedalaman 10-15 meter yang belum kami ketahui apa di dalamnya," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

5 Agenda Operasi Penyelamatan KRI Nanggala-402

Iwan pun menjelaskan kapal Tan Suo Er Hao menjalankan lima agenda operasi penyelaman (dive operation) selama terlibat dalam pencarian KRI Nanggala-402. Pertama, menjalankan investigasi detail dengan deep vehicle hingga kedalaman 839 meter.

Dive operation kedua yaitu melakukan pengukuran dan pemetaan. Pada agenda ketiga, upaya pengangkatan dengan menyangkutkan tali slink agar dapat mengangkat bagian kapal.

Pada dive operation keempat, upaya difokuskan pada kawah misterius untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya mengingat situasinya yang tertutup lumpur dan gelap. Sedangkan pada dive operation kelima, upaya difokuskan pada bagian dalam kawah dan meluaskan area cakupan sonar.

" Ada tiga bagian (KRI Nanggala-402), pertama Bow Section atau bagian haluan, kedua ada Sail Section atau anjungan, ketiga ada Stern Section atau bagian buritan," kata Iwan.

Pada bow section, kata Iwan, terlihat ruang torpedo dan patahan di depan pintu masuk kapal. Di bagian anjungan atau sail section terlihat pintunya di sebelah kanan terlepas.

" Pada stern section (buritan) terlihat kemudi selam, propeller juga terlihat, ini di dalam kedalaman 839 meter," ucap Iwan.

 

Beri Komentar