Pancasila Dihina, TNI Hentikan Kerja Sama dengan Australia

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 4 Januari 2017 15:39
Pancasila Dihina, TNI Hentikan Kerja Sama dengan Australia
Militer Australia disebut melecehkan Pancasila.

Dream - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia Defence Force (ADF). Kebijakan ini diambil setelah muncul permasalahan teknis militer antara kedua negara.

" Bukan menghentikan. Penghentian sementara semua kerja sama antara TNI dengan Australia DF. Ada masalah-masalah teknis saja," kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen Wuryanto, saat dihubungi Dream, Rabu 4 November 2016.

Dia menjelaskan, penghentian sementara kerja sama ini dilakukan setelah TNI menggelar evaluasi. " Tidak ada yang tiba-tiba," kata dia.

Wuryanto memang tak memerinci masalah teknis yang menjadi sumber penghentian sementara kerja sama militer TNI dengan ADF. Namun dia tak menampik salah satu masalah itu karena pelecehan terhadap Pancasila saat Kopassus menggelar latihan bersama pasukan khusus di Australia.

" Salah satu yang terkait dengan hal-hal teknis itu, ya itu (penghinaan terhadap Pancasila)," ucap dia.

1 dari 3 halaman

Australia Berjanji Investigasi

Australia Berjanji Investigasi © Dream

Keputusan menghentikan sementara kerja sama TNI dengan ADF diketahui setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengirim surat kepada Panglima ADF, Marsekal Mark Binskin. Wuryanto mengatakan, setelah menerima surat tersebut, ADF berjanji akan memperbaiki permasalahan teknis yang disebutkan TNI.

" Surat dari Panglima direspons dengan sangat baik. Kami akan komunikasikan terus dengan angkatan bersenjata Australia," kata dia.

Kabar penghentian sementara kerja sama militer Indonesia dan Australia menjadi perbincangan hangat di Negeri Kanguru. Menteri Pertahanan Australia, Marisa Payne, berjanji akan menginvestigasi permasalahan yang diajukan TNI.

Panglima ADF, Marsekal Mark Binskin, menurut laman Australia, News.com.au, berjanji segera menyelesaikan masalah tersebut.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Australia dikenal mengalami pasang surut. Hubungan diplomatik kedua negara pernah jatuh pada titik terendah saat Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, meminta pembatalan eksekusi mati warga negara Australia yang terlibat penyelundupan narkoba ke Indonesia.

Pada 2013,latihan militer Indonesia dan Australia sempat dibatalkan setelah muncul berita penyadapan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh militer Australia.

2 dari 3 halaman

Kisah Kopassus Kumandangkan Azan di Puncak Everest

Kisah Kopassus Kumandangkan Azan di Puncak Everest © Dream

Dream - Pratu Asmujiono sudah melewati `Zona Kematian`. Saat empat jam menjelang pencapaian Puncak Mount Everest, seluruh Rakyat Indonesia mendoakannya.

Akhirnya sang prajurit mencapai Puncaknya. Asmujiono menjadi orang Indonesia, Asia tenggara dan Islam pertama yang mencapai Puncak tertinggi di Dunia, Mount Everest.

Saat sampai di Puncak hanya satu keinginanya. Bukan meneriakkan kecintaannya terhadap Indonesia, melainkan mengumandangkan azan dan bertakbir.

Asmujiono berani membuka masker oksigennya hingga mengakibatkan 1/4 otaknya membeku. Dia juga mengalami sinus akut sepulang melakukan pendakian.

Dari hasil pemerikasaan Medis, seluruh Dokter di Dunia terheran, Pratu Asmujiono masih Hidup dan sehat. Jika orang lain, mungkin sudah tewas karena pembekuan Otak.

Dokter Akbar mengatakan : " Asmujiono, diselamatkan Oleh Allah, karena keberaniannya mengumandangkan Takbir, Memuji kebesaran Allah SWT di Puncak Negeri Para Dewa, tanpa dia menghiraukan keselamatan Jiwanya."

3 dari 3 halaman

Kopassus Cantik: Mantan Model yang Jago Nembak

Kopassus Cantik: Mantan Model yang Jago Nembak © Dream

Dream - Awal banyak orang tak percaya wanita cantik bernama Eka Patmawati adalah anggota Kopassus. Sosoknya sempat ramai diperbincangkan di sosial media.

Wanita berpangkat sersan ini memang mantan model sebuah majalah wanita. Demi jadi Kopassus, dia tinggalkan karir sebagai model.

Di balik wajahnya yang imut, Sersan Eka bisa menjadi momok menakutkan buat musuh. Dia jago menembak dan terjun bebas alias freefall. Kemampuan freefall ini cuma dimiliki tentara di satuan elite.

Kata dia, menjadi anggota Kopassus sangat membanggakan. Apalagi pasukan ini disebut-sebut sebagai pasukan terbaik nomor tiga di dunia setelah Inggris dan Israel.

Menurut Eka tak ada perlakuan khusus untuk wanita. Semua harus jadi jagoan di baret merah.

Beri Komentar