Suami Tolak Hubungan Intim, Istri Naik Pitam Hingga...

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 16 Juni 2016 03:17
Suami Tolak Hubungan Intim, Istri Naik Pitam Hingga...
Sang istri menuduh suaminya tak setia. Menuding suaminya punya hubungan dengan wanita lain.

Dream - Pengadilan Ahmedabad, India, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang istri yang membunuh suami karena menolak diajak berhubungan intim. Hakim juga minta wanita ini membayar denda.

Kasus ini bermula pada 2 November 2013. Sore itu, terdakwa Vimla Vaghela dan sang suami, Narsinh, tengah berdua di rumah mereka di Noblenagar, Sardarnagar.

Keterangan dalam persidangan menyebut, Vimla marah besar setelah Narsinh menolak ajakannya untuk berhubungan intim. Vimla dan Narsinh bertengkar hebat.

Vimla menuduh suaminya tak setia. Menuding Narsinh punya hubungan dengan wanita lain. Saat cekcok itulah dia mengambil tongkat dan memukuli kepala Narsinh. Sang suami pun tewas.

Setelah membunuh suaminya, Vimla mengunci rumah dan pergi ke Kantor Polisi Sardarnagar. Dia melaporkan kematian suaminya.

Saat itu, status Vimla sebagai pelapor. Namun belakangan terungkap bahwa Vimla lah yang telah membunuh Narsinh. Sehingga dia ditahan dan diadili.

Dan Senin yang lalu, perempuan berusia 54 tahun itu dijatuhi hukuman seumur hidup dan juga denda Rs 2.000 atau sekitar Rp 400 ribu. (Ism, Sumber: Times of India)

1 dari 3 halaman

Khilaf Berhubungan Intim Saat Puasa, Lihat yang Terjadi...

Dream - Hubungan intim yang telah legal asalnya halal bahkan bisa bernilai pahala. Namun ketika puasa, bersetubuh atau bersenggama (hubungan intim suami istri) menjadi terlarang bahkan menjadikan puasa seorang muslim batal.

Siapa yang puasanya dirusak dengan persetubuhan, maka ia harus mengganti puasanya (qadha) dan membayar kifarat.

Seperti diriwayatkan Abu Hurairah Ra dalam Al Bukhari (11/516), Muslim (1111) dan At Turmudzi (724), ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW lalu berkata:

'Wahai Rasulullah, celaka aku'. Beliau bertanya, 'Ada apa denganmu?' Orang itu berkata, 'Aku berhubungan intim dengan istriku sementara aku sedang berpuasa.'

Rasulullah saw bersabda; 'Apakah engkau memperoleh budak yang dapat engkau merdekakan?' Orang itu berkata 'Tidak'. Beliau bertanya, 'Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?' Orang itu menjawab, 'Tidak'. Beliau bertanya lagi, 'Apakah engkau dapat memberi makan 60 orang miskin?' Orang itu menjawab, ‘'Tidak'.

Abu Hurairah berkata, Nabi saw berdiam beberapa lamanya. Ketika kami dalam keadaan demikian, didatangkan kepada beliau satu keranjang yang berisi kurma, lalu beliau bertanya; 'Di manakah orang yang bertanya tadi?' Laki-laki tersebut berkata, 'Aku'.

Beliau bersabda; 'Ambillah ini lalu sedekalah!' Laki-laki itu berkata; 'Kepada orang yang lebih miskin dariku wahai Rasulullah? Demi Allah! Tidak ada di antara dua tempat berbatu di Madinah—Maksudnya dua tempat berbatu hitam—Penghuni rumah yang lebih miskin daripada penghuni rumahku'.

Nabi SAW tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, kemudian beliau bersabda; " Kalau begitu, pergilah dan berikan kurma itu kepada keluargamu" .

(Ism, Sumber: rumaysho.com)

2 dari 3 halaman

Bolehkah Hubungan Intim di Malam Puasa, Tapi Junub Saat Subuh?

Dream - Bolehkah berhubungan intim di malam hari puasa, lalu mandi junub saat Subuh?

Jawabannya, boleh. Berikut alasannya.

Allah SWT berfirman,

" Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam."  (QS. Al Baqarah: 187).

Di awal-awal pensyariatan puasa, jika sudah berbuka puasa, dibolehkan untuk makan, minum dan berhubungan intim selama belum tidur di malam hari. Jika sudah tidur, maka hal yang dibolehkan tadi sudah dilarang. Coba perhatikan kisah Umar berikut,

" Umar pernah berhubungan intim dengan budak wanitanya atau salah satu istrinya yang merdeka. Itu dilakukan setelah tidur di malam hari. Kemudian Umar mendatangi Nabi SAW dan menceritakan yang ia alami tadi. Allah SWT lantas menurunkan firman Allah (yang artinya), " Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu." Hingga firman Allah SWT (yang artinya), " Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam hari."  (HR. Ahmad, 5: 246. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa periwayat hadits ini adalah tsiqah selain Al-Mas’udi)

 

3 dari 3 halaman

Cara Bersihkan Rambut di Area Organ Intim Menurut Islam

Dream - Segala sesuatu diatur secara jelas dan detail dalam Islam, termasuk soal urusan membersihkan rambut di sekitar area organ intim.

Syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin Rahimullah pernah menjelaskan tentang cara membersihkan rambut di sekitar daerah organ intim.

Beliau berkata, " Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Segala pujian hanya milik Allah Tuhan seluruh alam. Hal itu tidak termasuk sunnah fitrah, akan tetapi kalau banyak maka harus dihilangkan agar tidak terkotori dari apa yang keluar. Selesai."

Telah ada ketetapan sunah yang suci dari Nabi SAW yang menganjurkan untuk mencukur rambut di sekitar kemaluan. Nabi SAW bersabda, " Yang sesuai fitrah itu ada lima, diantaranya mencukur bulu kemaluan."  HR. Bukhari.

Dan Nabi SAW telah menentukan waktunya empat puluh hari. Maka jangan sampai membiarkan rambut kemaluan tumbuh hingga lebih dari 40 hari.

Para ulama fikih juga menyebutkan beberapa adab terkait dengan mencukur bulu kemaluan. Mereka menegaskan bahwa dianjurkan memulai mencukur bulu sekitar kemaluan dari bawah pusar, dari sisi kanan, hendaknya menutupinya dan mempergunakan alat yang dapat menghilangkan rambut.

Selengkapnya baca di sini.    (Ism) 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham