Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Safiuddin Ilias, Transgender Malaysia Tobat (eberita.org)
Dream - Masih ingat dengan Safiuddin Ilias, transgender asal Malaysia yang ingin bertobat tapi tetap saja dihujat? Kisah Ilias menjadi cerita besar.
Kisah Ilias berakhir dengan bahagia dan senang. Dia telah berhijrah. Kisah hijrahnya itu disiarkan di TV, membuat banyak orang terharu.
Dia kembali menjadi pria tulen dan membuang implan di dadanya. Dia mulai berpakaian seperti lazimnya pria, serta mulai membasahi mukanya dengan air wudlu.
Dia banyak menangis mengenang dosa selama umrah di Mekah. Bersimpuh di masjid memohon ampun, tunduk dan sujud setiap punya kesempatan.
Dia kembali menjadi lelaki tulen. Semua bersyukur dan bangga. Fase baru dimulai. Berikut adalah kisah perjalanan Ilias saat berusaha bertobat dan pergi umrah
© Dream
Dalam hijrah panjang itu, Ilias sering berbagi cerita. Dia resah dan ketakutan bila orang-orang di jalanan dan media mulai menghujat dan menghakimi.
Berbagai serangan yang menyakitkan menghujamnya. Kenapa muka masih seperti perempuan, pria perlu punya jenggot. Kenapa kulit masih putih bersih, pria harus gelap berurat.
Kenapa masih berdagang bahan kecantikan, kenapa masih berpakaian warna wanita, kenapa rambut masih panjang, dan berbagai kenapa lainnya.
Dia mulai merasa hijrahnya begitu sulit. Semua yang diperbuatnya dianggap salah di mata para hakim-hakim ini. Puncaknya, dia berkata, 'Baik, saya jadi transgender kembali!'
Lantas senanglah hakim-hakim ini. Mereka sudah menduga migrasi tersebut hanya sekadar pura-pura. Dia migrasi hanya untuk bisnis, hanya untuk mencari nama.
© Dream
Serangan juga dialami ustaz yang membimbing Ilias. Padahal, sang ustaz telah berjuang keras agar Ilias kembali ke jati dirinya sebagai seorang pria.
" Kau salah menafsirkan maksudnya. Dia gunakan hijrahnya untuk bisnis, dia gunakan agama. Kau gagal dalam dakwah ini," begitulah bunyi cercaan kepada ustaz pembimbing Ilias.
" Saya banyak berdiam diri. Kadang merasa kecewa juga. Namun saya belajar sesuatu - pekerjaan dakwah ini adalah jalan yang paling berliku," kata sang ustaz.
Mereka yang menyebut kisah si banci bermigrasi hanya untuk menjual agama itu kini terdiam.
© Dream
Dan kabar terbaru, 'Si banci' itu baru pulang dari umrah. Dibawa seluruh keluarga dan sahabat-sahabat seprofesi yang sudah bertobat. Dia menyerahkan segala kesalahannya di rumah Allah. Dia menyerah pada agamanya.
Kini dia botak. Semoga Allah gugurkan dosa-dosanya bagai gugurnya rambutnya. Dia kembali dengan kekuatan baru. Semoga dia kuat dan terus kuat.
Dia mungkin akan melakukan kesalahan lagi. Tapi cobalah memahami dia dengan sebaiknya. Mengkritik dan menghina tidak akan membawa perubahan yang baik. Itu justru hanya akan membuatnya kembali pada jalannya yang dulu sebagai banci.
Cukuplah menjadi hakim bagi orang lain. Setiap manusia ada jalan ujian yang Allah sediakan. Beruntung tuan jadi lelaki dan perempuan yang murni. Namun jangan kesampingkan yang lain.
Kita tidak pernah tahu amal mana yang diterima Allah, sebagaimana kita tidak tahu dosa mana yang akan membakar kita di hari pembalasan kelak.
Jika ada mereka yang tersesat, bantulah dengan berhikmah seperti mana kita ingin dibantu. Tidak ada siapapun yang ingin terus sesat! (Sah)
(Sumber: eberita.org)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha