7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
© MEN
Dream - Kecelakaan maut yang dialami sebuah truk pengangkut batu bata terjadi di Garut, Jawa Barat, pada Jumat, 2 April 2021. Truk tersebut diketahui menabrak bangunan madrasah dan menelan 2 korban tewas.
Mengutip laman Liputan6.com, Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Garut Muslih Hidayat melaporkan seorang sopir truk dan dua anak meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Menurut Muslim, tim dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Garut sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi truk yang menabrak madrasah di Kampung Harendong, Desa Sindanggalih. Polisi juga melakukan pemeriksaan lanjutan mengenai kejadian kecelakaan tersebut.
Kecelakaan diketahui terjadi ketika truk pengangkut batu bata yang dikemudikan oleh Suhanda (50) sedang melaju dari arah Kampung Nangoh menuju Kampung Harendong pada Jumat (2/4) sekitar pukul 16.00 WIB.
Truk Mitsubishi dengan nomor polisi Z8229DW diduga fungsi mengalami masalah rem saat melalui jalan lurus menurun di Kampung Harendong. Akibatnya truk menabrak bangunan madrasah milik Yayasan Nurul Barokah.
Kecelakaan itu menyebabkan Suhanda, warga Kecamatan Sukawening, serta dua anak warga Kampung Harendong yang bernama Dede Hidayat dan Dela Panesa meninggal dunia.
" Yang meninggal tadi malam Dela Panesa," kata Muslih.
Akibat kecelakaan itu, sejumlah anak dan orang dewasa yang sedang berada di sekitar madrasah juga terluka sehingga harus menjalani perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit.
" Pemerintah Kabupaten Garut akan membiayai semua perawatan para korban yang sedang dalam perawatan, baik yang di rumah sakit umum ataupun yang di puskesmas setempat," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?