Diminta Prokes Ketat, Bupati Tangerang Izinkan Sholat Tarawih di Masjid

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 3 April 2021 12:30
Diminta Prokes Ketat, Bupati Tangerang Izinkan Sholat Tarawih di Masjid
Bupati menyatakan pelonggaran ini diberlakukan karena status Tangerang Selatan yang kini masuk zona kuning Covid-19. Meski mengizinkan sholat tarawih di masjid, prokes harus diterapkan ketat.

Dream - Pelaksanaan ibadah ramadan tahun ini akan sedikit berbeda dibandingkan tahun lalu. Dengan penanganan Covid-19 yang semakin terkontrol, banyak daerah mulai mengizinkan sholat tarawih berjamaah khususnya di daerah berstatus zona kuning.

Pelonggaran itu salah satunya akan diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten. Bupati Ahmad Zaki Iskandar menegaskan pelaksanaan sholat tawarih ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

" Di Kabupaten Tangerang, banyak contoh mesjid yang memiliki protokol kesehatan luar biasa, salah satunya Mesjid Asmaul Husna," ujar Bupati Ahmad Zaki saat meresmikan Mesjid Al Muhajirin di Perumahan Telaga Gading Serpong (TGS) Cluster Catalina, Tangerang, baru-baru ini.

Berbeda dengan tahun lalu, lanjut Zaki, pemerintahannya membolehkan pelaksanaan sholat tarawih di masjid pada Ramadan tahun ini. Hal ini mempertimbangkan banyak hal termasuk surat dari Dewan Mesjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Saat ini Kabupaten Tangerang berada dalam zona kuning Covid-19. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena kabupaten tersebut berbatasann langsung dengan Tangerang Selatan dan DKI Jakarta. Banyak warganya yang bekerja dan beraktivitas di kedua daerah itu sehingga protokol kesehatan mesti disiplin ditegakkan.

 

 

1 dari 1 halaman

Akan Atur Kegiatan Keagamaan Saat Ramadan

Setelah mengizinkan sholat tarawih di masjid, Pemkab Tangerang Selatan juga akan mengatur kegiatan sosial selama Ramadan seperti kegiatan buka puasa bersama atau pemberian santunan. Salah satu anjuran yang akan dibuat adalah kegiatan pemberian santunan yang marak selama Ramadan akan diarahkan disalurkan melalui lembaga amil zakat saja seperti Baznas dan lain-lain. " Harapan kami, ibadah Ramadan tahun ini aman dan lancar hingga hari raya Idul Fitri," kata bupati.

Pandemi selama setahun telah melahirkan banyak pola baru dalam kehidupan termasuk kegiatan beribadah. Pandemi juga mengajarkan masyarakat untuk kreatif di tengah keterbatasan.

Masa pandemik diakui Zaki telah memberikan banyak dampak bagi warga di Kabupaten Tangerang yang memiliki populasi 4 juta jiwa. Tingkat pengangguran dilaporkan naik dari 9 persen menjadi 13 persen akibat banyak pekerja dirumahkan (PHK). Total ada sekitar 34 ribu pekerja terkena PHK akibat pandemi.

Dampak lain adalah jumlah keluarga miskin baru juga bertambah menjadi 400 ribu lebih keluarga.

Dalam kesempatan itu, Zaki juga menyempatkan melihat masjid Al Muhajirin yang baru diresmikannya. Tempat ibadah umat muslim itu memiliki dua 2 yang salah satu ruangannya bakal digunakan sebagai perpustakaan.

Pembangunan mesjid di Cluster Catalina ini digagas sejak 2002 sebelum bulan Ramadan dengan menghabiskan biaya Rp 5 miliar. Pembangunan mesjid dilakukan secara bertahap dengan mayoritas, sekitar 85 persen, pendanaan secara mandiri dari warga muslim cluster Catalina dan donatur.

" Mesjid ini digagas sebelum ramadan dan hari ini peresmiannya dilakukan juga jelang Ramadan. Ini suatu berkah dari Allah SWT," ujar Abidin.(Sah)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar