Bolehkan Ibadah di Masjid, Tapi Muhammadiyah Sarankan Ibadah Ramadan di Rumah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 2 April 2021 13:00
Bolehkan Ibadah di Masjid, Tapi Muhammadiyah Sarankan Ibadah Ramadan di Rumah
Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung menjadi pertimbangan.

Dream - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyarankan umat Islam untuk melaksanakan ibadah Ramadan 1442H di rumah, mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Tetapi, Muhammadiyah tetap membolehkan ibadah di masjid, dengan sejumlah syarat yang perlu diperhatikan agar umat Islam aman dari potensi penyebaran Covid-19.

" Kami (Muhammadiyah) cenderung pelaksanaan di rumah," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, dikutip dari Muhammadiyah.

" Tapi bagi masyarakat yang memang sudah memiliki berbagai macam persiapan, baik sudah divaksin, masjidnya sudah disterilisasi, protokol dipenuhi, maka dengan pertimbangan yang sangat hati-hati, maka sebaiknya batasi yang datang ke masjid, maksimal 30 persen dari ruang yang tersedia," tambah dia.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menerbitkan edaran mengenai tuntunan ibadah di masa pandemi Covid-19. Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan jika ibadah Ramadan dilaksanakan di masjid.

Seperti sholat berjemaah di masjid hanya boleh dilaksanakan bagi daerah yang dinyatakan tidak memiliki kasus penularan Covid-19. Ketika sholat, jemaah wajib menjaga jarak, dan memakai masker.

1 dari 1 halaman

Syarat Masjid Dibuka Saat Ramadan

Masjid juga hanya diisi oleh warga sekitar. Sedangkan jumlah jemaah dibatasi maksimal 30 persen dari total kapasitas ruangan.

Selain itu, anak-anak, lanjut usia serta orang sakit maupun memiliki komorbid dilarang beribadah di masjid dengan mempertimbangkan risiko yang bisa terjadi.

" Sholat berjemaah itu bagus, tapi di situasi sekarang menghindari mafsadat itu lebih diutamakan," kata Mu'ti.

Sementara terkait usulan sholat Tarawih dilaksanakan dengan dua gelombang, Mu'ti menilai hal tersebut boleh saja diterapkan. Tetapi, Muhammadiyah cenderung lebih memilih untuk tidak menjalankannya.

Menurut Mu'ti, persiapan sholat Tarawih dalam dua gelombang lebih sulit dijalankan. Selain itu, terbuka kemungkinan untuk penularan Covid-19.

" Karena itu dengan segala hormat sebaiknya salat tarawih itu satu gelombang saja, dan umat Islam lebih baik melakukan Tarawih di rumah dengan keluarga," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar