Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tsunami Di Anyer (Foto: Twitter Sutopo)
Dream - Gelombang tsunami berpusat di selat Sunda menghantam kawasan Banten dan Lampung. Aliran air bah begitu mengerikan, membawa dan menghancurkan apapun yang dilewatinya.
Hal ini disaksikan salah seorang warga Tangerang, Indira Rezkisari atau Kiki (38), yang sedang berlibur dengan keluarganya di Pantai Anyer. Ia mengungkap awal adanya gelombang pasang seperti tsunami sekitar pukul 21.30 WIB.
" Waktu itu awalnya denger suara besar bummm, terus lihat di kaca kamar kok banyak air. Saya kira air hujan banjir, tapi ternyata enggak," kata dia kepada Liputan6.com, Minggu, 23 Desember 2018.
Kiki dan keluarga tinggal di sebuah hotel yang berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Saat mengintip dari balik jendela, dia melihat orang yang lokasi menginapnya sekitar 50 meter dekat bibir pantai tampak berlari menyelamatkan diri.
Ini membuat dia waspada. Kemudian saat tahu ada tsunami, Kiki yang bekerja di salah satu media di Jakarta ini, langsung bersiap dengan keluarga mengungsi dibantu warga sekitar.
Dia pergi ke rumah warga yang sedang berjarak beberapa kilo meter (km) di lokasi yang lebih tinggi. Saat mengungsi Kiki mengaku melihat di sepanjang jalan banyak puing-puing serta kendaraan yang terparkir sembarangan.
" Ada orang nyopir pas air datang. Airnya setinggi kaca mobil dia, CRV," Kiki menambahkan.
Saat berada di tempatnya menginap, iia juga melihat jika tembok pagar tampak hancur akibat terkena terjangan air. Saat ini Kiki masih mengungsi di rumah warga hingga menunggu transportasi menuju Jakarta.
Laporan: Nurmayanti/ Liputan6.com
Dream - Ribuan warga pesisir Pantai Pandeglang, Banten, mengungsi akibat diterjang gelombang pasang dan tsunami setinggi lima meter hingga merobohkan rumah. Mereka para korban gelombang pasang mengungsi ke masjid, sekolah, perkantoran, terminal dan gedung tsunami.
Kita bersama keluarga mengungsi ke masjid jami Al Mukmin," kata Yudi, warga Lantera Desa Cigodang Kecamatan Labuan, Pandeglang, seperti dilansir Antara, Minggu 23 Desember 2018.

Ia mengaku dirinya saat ini bingung setelah rumahnya roboh akibat diterjang gelombang pasang. Beruntung anggota keluarganya selamat setelah berlarian ke perbukitan yang jaraknya mencapai dua kilometer.
Ketinggian air laut sangat menakutkan karena arusnya cukup kuat, sehingga ia langsung menyelamatkan dengan berlarian ke perbukitan. Saat ini, Yudi mengungsi di masjid bersama istri dan dua anak.
Peristiwa gelombang pasang terjadi pukul 21.20 WIB dan saat itu dirinya tengah duduk di halaman rumah yang jaraknya ke pantai 200 meter. Namun, tiba-tiba air laut menerjang permukiman masyarakat hingga kendaraan terseret dan ratusan rumah roboh.
" Kami tidak terbayangkan jika tengah tidur, karena gelombang pasang itu cukup tinggi hingga lima meter," katanya.
Begitu juga Memed, warga Laba Desa Cigodang, Kecamatan Labuan, mengatakan dirinya saat gelombang pasang langsung membawa anak dan istri ke tempat yang lebih aman. Ia berlarian dengan kondisi gelap sepanjang 1,5 kilometer untuk menyelamatkan jiwa dari bencana gelombang pasang itu.
Laporan Eko Prasetya/ Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya