Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dokter Ini Tempuh Daerah Bencana Tsunami Dengan Motor Trail. (Foto: Liputan6.com)
Dream – Seorang dokter yang bertugas di daerah lokasi bencana tak jarang harus menembus medan berat untuk mendatangi posko-posko pengungsian. Tak semua wilayah bisa dilakui kendaraan khususnya roda empat.
Daerah yang terdampak bencana hanya bisa dilalui oleh mobil atau sepeda motor berkemampuan khusus, misalnya sepeda motor trail dan mobil 4x4.
Kondisi inilah yang disadari Wahyu Wibisana, dokter yang menjadi relawan di daerah bencana Tsunami Selat Sunda. Menggunakan motor trail, Wahyu bersama komunitas motor trail menembus posko di atas gunung yang sulit ditembus kendaraan biasa.
“Kesulitan kami untuk mencapai posko untuk distribusi obat atau makanan susah. Kemudian, kami bersama komunitas motor trail, karena saya juga sebagai Kabid R2 di Ikatan Motor Indonesia (IMI), Lampung Selatan,” kata dia ketika berkunjung ke kantor Liputan6.com, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 8 Januari 2019.
Pria yang sekaligus menjadi ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Selatan ini menggunakan motor trail dan beberapa mobil penggerak 4x4 untuk menembus posko di atas gunung.
“Saya menggunakan Husqvarna 250. Ada sekitar 500 sampai 600 motor trail yang ikut. Tapi, dilakukan secara bertahap selama seminggu,” kata dia.
Sementara itu, untuk mobil evakuasinya, Wahyu dibantu oleh komunitasi Double Cabin Indonesia (DCAB-ID) Lampung sebanyak 12 unit mobil. Tapi, yang bisa naik hingga posko hanya tiga.
“Lainnya, karena medan terlalu berat, tidak bisa menembus posko,” kata dia.
Wahyu mengatakan menggunakan motor trail atau melakukan trabas memang menjadi hobi dokter ini. Bahkan, sebelum menjadi dokter, dia telah terjun di balap motor cross.
Setelah lulus SMA, dia harus memilih menjadi seorang crosser professional atau melanjutkan kuliah. Begitu sudah jadi dokter, keinginan untuk tetap berkecimpung di dunia otomotif belum terbendung.
Akhirnya, setelah menjadi dokter, Wahyu juga mengajarkan anak muda menjadi seorang crosser dan memiliki sirkuit motor cross di Lampung.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari